Deteksi fraud pada klaim asuransi kendaraan menghadapi tantangan akibat ketidakseimbangan
kelas, tumpang tindih antarkelas, dan asimetri biaya antara false negative dan
false positive. Penelitian ini membandingkan strategi penanganan ketidakseimbangan
kelas pada level data dan algoritma dalam deteksi fraud berbasis biaya. Tiga strategi
yang dibandingkan meliputi pendekatan level data menggunakan Synthetic Minority
Over-sampling Technique (SMOTE), pendekatan level algoritma melalui pembobotan
peka biaya (cost-sensitive learning), dan pendekatan gabungan yang mengintegrasikan
keduanya. Seluruh skenario diimplementasikan dalam pipeline PSO-XGBoost yang
identik untuk memastikan perbandingan yang setara. Particle Swarm Optimization
(PSO) digunakan untuk mengoptimalkan sembilan hiperparameter XGBoost dan ambang
keputusan secara simultan dengan fungsi fitness yang meminimumkan total biaya
kesalahan klasifikasi melalui validasi silang lima lipatan. Kinerja model dievaluasi
menggunakan metrik klasifikasi dan biaya, dengan Saving Rate sebagai ukuran utama
efektivitas ekonomi. Pada data dengan imbalance ratio sebesar 15,72, pendekatan
gabungan menghasilkan kinerja terbaik dengan Saving Rate sebesar 52,47% dan recall
sebesar 96,22%. Model berhasil mendeteksi 178 dari 185 klaim fraud dan menurunkan
total biaya dari 2829,77 menjadi 1345,01. Hasil penelitian menunjukkan bahwa integrasi
penanganan ketidakseimbangan kelas, optimasi hiperparameter, dan ambang keputusan
berbasis biaya menghasilkan tingkat deteksi tinggi sekaligus memberikan penghematan
biaya. Pendekatan ini menjadi kerangka deteksi fraud yang mempertimbangkan kinerja
prediktif dan konsekuensi ekonomi kesalahan klasifikasi.
Perpustakaan Digital ITB