Evaluasi kinerja produk pasca-peluncuran (Post Implementation Review / PIR) merupakan
mekanisme penting bagi perusahaan asuransi jiwa untuk memastikan produk
yang telah dipasarkan memenuhi ekspektasi profitabilitas, kepatuhan regulasi, dan
kualitas layanan. Namun, proses evaluasi ini bersifat multikriteria dengan data
kuantitatif maupun kualitatif, serta belum memiliki kerangka pembobotan terstruktur
untuk membandingkan performa antarproduk secara simultan. Penelitian ini menyimulasikan
penerapan model perankingan performa produk asuransi jiwa yang
mengintegrasikan metode Analytic Network Process (ANP) dan Technique for Order
Preference by Similarity to Ideal Solution (TOPSIS) pada lima produk fiktif yang
dirancang berdasarkan karakteristik industri. Model evaluasi terdiri atas 5 klaster dan
13 subkriteria yang mencakup dimensi keuangan, respons nasabah, manajemen risiko,
operasional, serta pasar dan distribusi, dengan penilaian perbandingan berpasangan
oleh 8 pakar yang disimulasikan menggunakan Large Language Model (Claude,
Anthropic) di bawah protokol isolasi antarpersona.
Dalam skenario simulasi ini, hasil pembobotan ANP menunjukkan dominasi dua dari
lima klaster dengan bobot agregat 39,9% dan 34,9%, sementara bobot subkriteria
tertinggi mencapai 16,8%. Pemeringkatan TOPSIS menunjukkan hanya satu dari
lima produk memiliki koefisien kedekatan relatif (Ci) di atas threshold, dan analisis
gap terbobot mengidentifikasi subkriteria yang paling memengaruhi posisi setiap
produk. Analisis sensitivitas terhadap 216 skenario perturbasi bobot serta validasi
silang metode SAW (?s = 0,90) mengonfirmasi hasil perankingan bersifat robust
dalam lingkup simulasi. Karena seluruh objek dan penilaian bersifat simulatif, hasil
numerik ini merupakan demonstrasi penerapan kerangka, bukan penilaian atas produk
nyata; validasi dengan pakar manusia dan data nyata menjadi arah pengembangan selanjutnya. Kerangka ANP-TOPSIS terbukti dapat menjadi instrumen evaluasi
PIR yang terstruktur, mampu mengidentifikasi dimensi kelemahan per produk, dan
memberikan landasan kuantitatif bagi prioritas tindakan korektif.
Perpustakaan Digital ITB