Abstrak - Raisa Adinda Salsabila
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Sektor konstruksi dan bangunan merupakan salah satu kontributor terbesar emisi
karbon global dan inefisiensi material sehingga transisi menuju hunian
berkelanjutan (sustainable home) menjadi sangat krusial. Meskipun minat
masyarakat tinggi, realisasi sustainable home di Indonesia masih rendah akibat
tingginya biaya desain dan persepsi kompleksitas dalam proses perancangan.
Pemanfaatan generative artificial intelligence (AI) pada tahap pra-konstruksi
berpotensi besar mempermudah eksplorasi serta visualisasi desain ramah
lingkungan secara efisien. Namun, faktor yang memengaruhi penerimaan
masyarakat terhadap generative AI untuk mendesain sustainable home belum
teridentifikasi. Penelitian ini bertujuan untuk mengidentifikasi dan menganalisis
faktor-faktor yang memengaruhi penerimaan generative AI dalam mendesain
sustainable home serta merancang usulan solusi peningkatan penerimaan berbasis
faktor tersebut.
Penelitian ini menggunakan model konseptual berbasis Unified Theory of
Acceptance and Use of Technology 2 (UTAUT2) yang dikembangkan dengan
penambahan konstruk system transparency, ethical concern, trust, environmental
awareness, dan perceived AI literacy. Pengumpulan data dilakukan melalui survei
online menggunakan judgemental sampling terhadap 429 responden yang
merupakan masyarakat Indonesia berusia produktif, telah mandiri secara finansial,
serta telah memiliki atau berencana memiliki rumah. Data dianalisis
menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM)
untuk mengidentifikasi faktor-faktor yang berpengaruh signifikan terhadap
penerimaan generative AI. Perancangan usulan dilakukan menggunakan
pendekatan design thinking dan dievaluasi melalui preference testing terhadap 20
responden.
Hasil analisis PLS-SEM menunjukkan bahwa performance expectancy, social
influence, ethical concern & trust, environmental awareness, perceived AI
literacy, dan facilitating conditions berpengaruh signifikan terhadap behavioral
intention (R2=0,430), sedangkan behavioral intention dan facilitating conditions
berpengaruh signifikan terhadap use behavior (R2=0,513). Berdasarkan faktorfaktor
tersebut, dirancang dua usulan konsep yakni konsep informatif dan
transparan serta konsep terpersonalisasi dan adaptif. Rancangan akhir
mengintegrasikan konsep terpersonalisasi dan adaptif sebagai fondasi utama
dengan atribut unggul konsep informatif dan transparan untuk mendukung
penerimaan generative AI secara efektif.
Perpustakaan Digital ITB