Sistem traceability produk farmasi diperlukan untuk mempertahankan keterlacakan identitas dan pergerakan produk sepanjang rantai distribusi. PT X telah memiliki sistem yang mendukung serialisasi dan pelaporan 2D barcode pada proses penerimaan dan pendistribusian barang. Namun, capaian pelaporan masih rendah, yaitu sekitar 30–38% untuk goods receipt (GR) dan 1% untuk goods issue (GI). Studi pendahuluan menunjukkan hambatan pada kesiapan data serialisasi, pemrosesan 2D barcode, serta pemantauan hasil transaksi. Penelitian ini bertujuan menghasilkan dan mengevaluasi rancangan user flow dan user interface yang sesuai dengan kebutuhan pengguna dan alur kerja operasional PT X.
Penelitian menggunakan pendekatan human-centred design berdasarkan ISO 9241-210:2019 melalui tahapan understanding and specifying the context of use, specifying the user requirements, producing design solutions, dan evaluating the design. Data diperoleh melalui wawancara, observasi, dan studi dokumen dengan melibatkan Admin Inbound, Admin Outbound, Admin Serialisasi, serta Logistic Inventory & Project Officer. Data konteks penggunaan disintesis menjadi user persona dan user journey, kemudian digunakan bersama analisis sistem eksisting untuk menyusun skenario penggunaan, user story, dan acceptance criteria. Kebutuhan tersebut diterjemahkan menjadi user flow, information architecture, dan high-fidelity prototype. Evaluasi dilakukan secara formatif berbasis skenario bersama Logistic Inventory & Project Officer.
Penelitian menghasilkan rancangan pada tiga area, yaitu Serialization Aggregation Data, 2D Barcode Scanning, dan Serialization Transaction Report. Rancangan menyediakan visibilitas kesiapan serialisasi, mendukung pengurangan penelusuran dan penyiapan manual data agregasi, menyediakan informasi progres dan penanganan exception selama pemindaian, serta mendukung monitoring dari ringkasan capaian hingga detail transaksi. Evaluasi menunjukkan bahwa informasi, urutan interaksi, respons sistem, dan penanganan kondisi secara umum telah sesuai dengan kebutuhan dan konteks operasional yang ditinjau. Seluruh acceptance criteria fungsional telah terakomodasi sehingga tujuan penelitian telah tercapai pada tingkat kesesuaian fungsional dan konteks rancangan. Namun, pengujian langsung kepada pengguna representatif dari setiap peran masih diperlukan untuk mengevaluasi acceptance criteria nonfungsional serta dampak aktual rancangan terhadap produktivitas setelah implementasi.
Perpustakaan Digital ITB