CV Sahara Pratama merupakan usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) di
industri konversi kertas yang berfokus pada proses pemotongan kertas dari
gulungan besar menjadi gulungan kecil. Berdiri sejak tahun 2017, perusahaan
mengalami peningkatan permintaan dalam beberapa tahun terakhir. Namun,
peningkatan tersebut belum diimbangi dengan pengembangan pengelolaan internal
perusahaan. Kondisi ini ditunjukkan oleh belum jelasnya pembagian tugas dan
kewenangan, belum efektifnya pelaksanaan tanggung jawab antarbagian, serta
belum terdokumentasinya proses bisnis perusahaan. Akibatnya perusahaan
menghadapi permasalahan terkait beban kerja, koordinasi aktivitas, dan ketepatan
waktu pengiriman. Oleh karena itu, diperlukan perancangan struktur organisasi
berdasarkan alur proses bisnis.
Perancangan struktur organisasi pada penelitian ini didasarkan pada teknologi
organisasi berupa interdependensi antar proses bisnis. Hal ini diidentifikasi melalui
pemetaan proses bisnis existing dan proses bisnis usulan berdasarkan standar acuan
Process Classification Framework (PCF). Proses bisnis usulan kemudian divalidasi
dan digunakan sebagai dasar identifikasi keterkaitan antar proses bisnis,
departementalisasi, dan pemetaan tingkat tanggung jawab menggunakan matriks
RASCI untuk menghasilkan rancangan struktur organisasi usulan perusahaan.
Penelitian ini menghasilkan rancangan proses bisnis usulan yang mengintegrasikan
proses bisnis existing dengan proses tambahan yang diperlukan untuk mendukung
pengelolaan perusahaan. Proses bisnis yang diusulkan berfokus pada penguatan
kemampuan perusahaan dalam memenuhi permintaan pelanggan yang meningkat
melalui penyelarasan strategi perusahaan, perencanaan produksi, pengelolaan
kualitas, pemasaran, pengelolaan keuangan, dan pengelolaan sumber daya manusia.
Penelitian ini menghasilkan struktur organisasi yang terdiri atas 6 departemen dan
13 fungsi jabatan dengan tiga tingkatan hierarki. Hasil perancangan diharapkan
dapat meningkatkan efektivitas pengelolaan dan koordinasi dalam perusahaan.
Perpustakaan Digital ITB