digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini merancang dan membandingkan kinerja seismik sistem Rangka Pemikul Momen Khusus (SRPMK) dan Rangka Bresing Eksentris (EBF) pada gedung perkantoran baja 12 lantai di Jakarta, dievaluasi melalui analisis nonlinier statik (pushover) sesuai ASCE 41-13/17. Perancangan kedua sistem mengikuti SNI 1726:2019, SNI 1729:2020, SNI 7860:2020, AISC 341-22, dan SNI 7972:2020, dengan SRPMK menggunakan sambungan Reduced Beam Section dan EBF menggunakan elemen link yang didesain sebagai shear link berdasarkan prinsip capacity design. Hasil analisis menunjukkan SRPMK dan EBF mencapai level kinerja di bawah Immediate Occupancy pada kedua arah pembebanan. Kedua sistem memenuhi batas simpangan antarlantai izin, dengan EBF lebih unggul pada arah bracing. Distribusi sendi plastis mengonfirmasi mekanisme beam sway global pada SRPMK, sementara EBF menunjukkan plastifikasi terlokalisasi pada link sebagai structural fuse. Secara keseluruhan, SRPMK unggul dalam level kinerja seismik, sedangkan EBF unggul dalam kekakuan dan kapasitas geser, sehingga keduanya relevan bergantung pada prioritas desain.