VAIA merupakan merek lokal yang memasarkan sepatu payet buatan tangan
melalui Instagram, TikTok, Shopee, website, dan bazar. Meskipun telah memiliki
berbagai channel, penggunaannya belum terintegrasi sehingga informasi produk
belum konsisten dan perpindahan pelanggan belum optimal. Kondisi tersebut
tercermin dari tingkat konversi kunjungan profil menjadi pembelian yang masih
sebesar 40%. Penelitian ini bertujuan memetakan customer journey, menganalisis
STP dan marketing mix, serta merancang strategi omnichannel marketing
berdasarkan customer journey VAIA.
Penelitian menggunakan semi-structured interview terhadap 25 narasumber yang
dipilih dengan teknik criterion sampling. Data dianalisis menggunakan analisis
tematik berdasarkan model AISAS untuk mengidentifikasi experience, touchpoints,
channels, dan multimedia pada setiap tahapan perjalanan pelanggan. Hasil
pemetaan divalidasi melalui participant validation dan digunakan sebagai dasar
penyusunan strategi.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kebutuhan utama adalah menjaga
kepercayaan pelanggan di seluruh tahap customer journey. Berdasarkan temuan
yang didapatkan, dirancang lima strategi yang mencakup diferensiasi konten
TikTok, penguatan storytelling craftsmanship, standardisasi informasi produk,
penyediaan showroom dengan sistem booking slot, dan pengelolaan ulasan
pelanggan sebagai social proof. Strategi difokuskan pada integrasi channel dan
touchpoint yang telah dimiliki VAIA tanpa menambah channel pemasaran baru.
Perpustakaan Digital ITB