digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak Perkembangan industri pariwisata di Indonesia menyebabkan terjadinya peningkatan jumlah wisatawan setiap tahunnya. Peningkatan tersebut harus diimbangi dengan adanya akomodasi perhotelan yang memadai. Sistem tata udara perlu dirancang pada hotel sebagai salah satu sistem utilitas yang berfungsi untuk menjaga kenyamanan termal para penghuninya. Sistem tata udara harus dirancang seefisien mungkin, baik dari aspek energi maupun biaya. Perancangan sistem tata udara pada kali ini terdiri dari estimasi beban pendinginan, pemilihan komponen dan penentuan peralatan sistem tata udara yang sesuai, perhitungan konsumsi energi listrik, dan analisis life cycle cost. Beban pendinginan maksimum yang terjadi pada hotel sebesar 1410,1 kW (399,45 TR). Dari nilai beban tersebut, terdapat empat alternatif sistem tata udara sentral yang terdiri dari mesin chiller tanpa VSD dan chiller yang dilengkapi dengan teknologi VSD. Analisis energi dan life cycle cost selama 20 tahun dilakukan untuk menentukan alternatif terbaik. Dari hasil perancangan, alternatif yang paling sesuai untuk hotel ini adalah sistem sentral dengan 2 unit chiller yang dilengkapi dengan teknologi VSD, masing-masing berkapasitas 200 TR, memiliki nilai IKE 111,78 kWh/m2 tahun, dan biaya total sebesar Rp 44.804.602.001,00 untuk jangka waktu 20 tahun. Kata kunci : hotel, estimasi beban pendinginan, VSD, alternatif sistem tata udara