digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - RIDWAN FAUZAN D
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Sistem Light Rail Transit (LRT) modern sangat bergantung pada peralatan listrik dan elektronik yang rentan terhadap tegangan lebih akibat petir. Kerentanan ini menjadi penting pada wilayah Jabodebek yang memiliki kerapatan petir sekitar 40–60 sambaran/km²/tahun. Penelitian ini bertujuan merancang sistem proteksi petir internal dan sistem grounding untuk sarana LRT Jabodebek berdasarkan IEC 62305, IEC 62497-1, dan SNI 8833:2019. Perancangan dilakukan melalui koordinasi isolasi, pemilihan spesifikasi arrester, penentuan lokasi pemasangan arrester, serta perbaikan sistem pentanahan pada track. Hasil perancangan menunjukkan bahwa tegangan residual arrester berada di bawah Basic Insulation Level (BIL) seluruh peralatan yang dilindungi sehingga mampu memberikan proteksi terhadap surja petir maupun switching. Analisis induksi petir menunjukkan bahwa sambaran pada struktur tinggi di sekitar jalur dapat menghasilkan tegangan induksi sebesar 15,4–186,2 kV dan arus induksi sebesar 0,31–3,72 kA pada sarana. Selain itu, pemasangan arrester pada running rail dan third rail memungkinkan track tetap bersifat floating pada kondisi normal untuk meminimalkan stray current, sekaligus menyediakan jalur pelepasan arus gangguan saat terjadi surja. Sistem yang diusulkan meningkatkan keandalan proteksi dan keselamatan operasional LRT.