digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia memiliki potensi panas bumi sangat besar, sekitar 40% potensi dunia, namun sumber panas bumi medium-low enthalpy masih belum dimanfaatkan secara optimal akibat keterbatasan efisiensi sistem konversi energi konvensional. Penelitian ini mengevaluasi analisis perancangan Pembangkit Listrik Tenaga Panas Bumi (PLTP) pada sumber panas bumi medium-low enthalpy dari aspek sistem konversi energi. Sistem konversi energi yang mampu mengoptimalkan potensi tersebut adalah siklus binary yang menggunakan siklus sesuai karakteristik fluida yang digunakan seperti siklus brayton dan siklus organic rankine. Pada sistem konversi energi, siklus two-stage recuperated Brayton merupakan salah satu terpilih sebagai solusi paling sesuai yangg menghasilkan daya bersih 643,57 kW dan efisiensi termal 9,7% pada tekanan operasi maksimum 111 bar, diperoleh melalui pemulihan panas dua tahap di mana recuperator memanfaatkan kembali panas buangan turbin untuk pemanasan awal fluida kerja. Dari sisi ekonomi, integrasi kedua sistem ini menghasilkan Levelized Cost of Electricity (LCOE) sebesar 0,317 USD/kWh atau setara Rp5.603/kWh berdasarkan discount rate, capital recovery factor, dan umur proyek 30 tahun, menunjukkan analisis finansial jangka panjang. Sistem tertutup ini juga menghasilkan emisi gas rumah kaca dan dampak lingkungan yang rendah, sehingga berpotensi meningkatkan keberlanjutan pemanfaatan energi panas bumi medium-low enthalpy di Indonesia