digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800


BAB1 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas  Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan


Di era globalisasi ini, perusahaan manufaktur dituntut untuk menghasilkan produk berkualitas tinggi dengan ongkos semurah mungkin serta variasi produk yang tinggi. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, sistem produksi ramping saat ini banyak diimplementasikan oleh perusahaan manufaktur dunia untuk mengefektifkan produksi dan biaya dengan cara menghilangkan pemborosan yang terjadi pada kegiatan produksi. Salah satu komponen dari sistem produk ramping adalah konsep just in time (JIT) yaitu produk diproduksi sesuai dengan jumlah permintaan konsumen. Salah satu metode untuk merealisasikan konsep JIT adalah penetapan takt time (laju produksi) yang berubah setiap bulan sesuai dengan jumlah permintaan. Hal tersebut akan menyebabkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan berubah dan pembagian kerja manusia perlu direncanakan melalui kerja standar. Kerja standar adalah suatu standar yang berguna untuk menetapkan urutan pekerjaan manusia berulang yang efektif (sedikit pemborosan) dalam satu sel produksi dan menetapkan jumlah work in process yang diperlukan agar produksi dapat berjalan secara konsisten, stabil, dan dapat memenuhi laju produksi yang telah ditentukan sebelumnya. Untuk menentukan takt time dan kerja standar yang selalu berubah tentu saja akan lebih mudah dan konsisten bila menggunakan alat bantu. Pada penelitian ini dikembangkan alat bantu untuk mengelola kerja standar dalam bentuk sistem informasi pengelolaan kerja standar.Perancangan sistem informasi dalam penelitian ini dimulai dengan pengidentifikasian objek-objek yang terkait beserta dengan atribut yang dimiliki objek-objek tersebut. Objek-objek yang telah didefinisikan tersebut, selanjutnya akan digunakan untuk memodelkan basis data yang sesuai. Langkah selanjutnya adalah pembuatan model proses untuk mendefinisikan alur pengolahan informasi. Perancangan tampilan berbasis web sebagai antarmuka antara pengguna dengan sistem juga dilakukan pada penelitian ini. Tahap akhir dari kegiatan ini adalah pengujian aplikasi dengan menggunakan data yang diambil dari kasus nyata. Hasil dari pengujian tersebut selanjutnya digunakan untuk melakukan perbaikan pada aplikasi yang dikembangkan ini. Penelitian ini telah memberikan hasil berupa aplikasi kerja standar berbasis web sebagai antarmuka antara sistem dan pengguna. Aplikasi tersebut dapat membantu memodelkan pekerjaan di suatu sel produksi, menghitung takt time, menghitung cycle time, menghitung jumlah tenaga kerja yang diperlukan suatu sel produksi, menghitung kapasitas produksi standar, membantu distribusi kerja antar operator dalam bentuk kerja standar, menentukan jumlah persediaan WIP di setiap stasiun kerja, dan mencetak informasi dari aplikasi kerja standar ke dalam bentuk hardcopy.