BAB1 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Roy Riyanto Setiadi
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Alice Diniarti
» Gedung UPT Perpustakaan
Di era globalisasi ini, perusahaan manufaktur dituntut untuk menghasilkan
produk berkualitas tinggi dengan ongkos semurah mungkin serta variasi produk
yang tinggi. Untuk memenuhi tuntutan tersebut, sistem produksi ramping saat ini
banyak diimplementasikan oleh perusahaan manufaktur dunia untuk
mengefektifkan produksi dan biaya dengan cara menghilangkan pemborosan yang
terjadi pada kegiatan produksi. Salah satu komponen dari sistem produk ramping
adalah konsep just in time (JIT) yaitu produk diproduksi sesuai dengan jumlah
permintaan konsumen.
Salah satu metode untuk merealisasikan konsep JIT adalah penetapan takt
time (laju produksi) yang berubah setiap bulan sesuai dengan jumlah permintaan.
Hal tersebut akan menyebabkan jumlah tenaga kerja yang diperlukan berubah dan
pembagian kerja manusia perlu direncanakan melalui kerja standar. Kerja standar
adalah suatu standar yang berguna untuk menetapkan urutan pekerjaan manusia
berulang yang efektif (sedikit pemborosan) dalam satu sel produksi dan
menetapkan jumlah work in process yang diperlukan agar produksi dapat berjalan
secara konsisten, stabil, dan dapat memenuhi laju produksi yang telah ditentukan
sebelumnya. Untuk menentukan takt time dan kerja standar yang selalu berubah
tentu saja akan lebih mudah dan konsisten bila menggunakan alat bantu. Pada
penelitian ini dikembangkan alat bantu untuk mengelola kerja standar dalam
bentuk sistem informasi pengelolaan kerja standar.Perancangan sistem informasi dalam penelitian ini dimulai dengan
pengidentifikasian objek-objek yang terkait beserta dengan atribut yang dimiliki
objek-objek tersebut. Objek-objek yang telah didefinisikan tersebut, selanjutnya
akan digunakan untuk memodelkan basis data yang sesuai. Langkah selanjutnya
adalah pembuatan model proses untuk mendefinisikan alur pengolahan informasi.
Perancangan tampilan berbasis web sebagai antarmuka antara pengguna dengan
sistem juga dilakukan pada penelitian ini. Tahap akhir dari kegiatan ini adalah
pengujian aplikasi dengan menggunakan data yang diambil dari kasus nyata. Hasil
dari pengujian tersebut selanjutnya digunakan untuk melakukan perbaikan pada
aplikasi yang dikembangkan ini.
Penelitian ini telah memberikan hasil berupa aplikasi kerja standar
berbasis web sebagai antarmuka antara sistem dan pengguna. Aplikasi tersebut
dapat membantu memodelkan pekerjaan di suatu sel produksi, menghitung takt
time, menghitung cycle time, menghitung jumlah tenaga kerja yang diperlukan
suatu sel produksi, menghitung kapasitas produksi standar, membantu distribusi
kerja antar operator dalam bentuk kerja standar, menentukan jumlah persediaan
WIP di setiap stasiun kerja, dan mencetak informasi dari aplikasi kerja standar ke
dalam bentuk hardcopy.
Perpustakaan Digital ITB