digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

ABSTRAK Gisella Natalia
PUBLIC Open In Flipbook Esha Mustika Dewi

Pemantauan intensitas berjalan dan berlari umumnya mengandalkan metrik kecepatan, jarak, atau denyut jantung yang tidak selalu merepresentasikan beban mekanik, terutama saat terjadi perubahan kemiringan lintasan dan variasi parameter langkah. Tugas Akhir ini merancang dan mengimplementasikan prototipe Running and Walking Power Meter berbasis foot-worn Inertial Measurement Unit (IMU) BNO085 dan mikrokontroler ESP32 dengan telemetri Bluetooth Low Energy (BLE). Sistem melakukan akuisisi data inersia melalui I2C (hingga 200 Hz), mengekstraksi parameter gait utama (cadence dan estimasi contact time) menggunakan deteksi stance berbasis ambang dan histeresis, serta menghitung estimasi daya menggunakan model analitik yang mencakup komponen aerodinamis, disipasi langkah (braking) berbasis parameter gait, dan komponen gravitasi untuk kondisi incline. Keluaran parameter (daya, W/kg, cadence, contact time, grade, serta indikator baterai) dikirim dan dicatat secara periodik 1 Hz melalui BLE. Pengujian dilakukan pada treadmill dengan variasi kecepatan 5, 7, 9, dan 11 km/jam pada incline 0%, serta pengujian incline 5% pada 9 km/jam, melibatkan tiga subjek dengan karakteristik fisik berbeda. Evaluasi difokuskan pada kestabilan sistem (akuisisi-pemrosesan-telemetri), kualitas data pada segmen stabil, serta kewajaran tren keluaran daya terhadap perubahan kecepatan dan kemiringan. Hasil menunjukkan telemetri 1 Hz berjalan stabil dan data dapat direkam secara kontinu pada sebagian besar kondisi uji. Pada lintasan datar, keluaran daya cenderung meningkat seiring kenaikan kecepatan pada kondisi dengan kualitas data memadai, dan pada kecepatan yang sama peningkatan incline memengaruhi daya sesuai ekspektasi adanya kontribusi komponen gravitasi. Penelitian ini tidak melakukan validasi absolut terhadap perangkat komersial maupun instrumentasi laboratorium; oleh karena itu, kontribusi utama penelitian adalah demonstrasi prototipe yang stabil secara engineering dan evaluasi berbasis tren serta konsistensi internal sebagai dasar pengembangan dan validasi lanjutan.