Jembatan merupakan infrastruktur penunjang konektivitas antarwilayah yang krusial; terputusnya jembatan dapat menghambat distribusi logistik dan menimbulkan kerugian ekonomi besar. Kondisi ini tidak sebanding dengan sebagian jembatan di Indonesia, seperti Jembatan Lalan di Sungai Lalan, Kabupaten Musi Banyuasin, Provinsi Sumatera Selatan, yang rusak akibat tumbukan kapal tongkang dengan struktur bawah jembatan karena kurangnya ruang bebas untuk bermanuver. Tugas akhir ini membahas perancangan revitalisasi Jembatan Lalan untuk menyediakan ruang bebas horizontal yang memadai bagi kapal yang melintas sekaligus memenuhi kinerja seismik yang disyaratkan. Struktur atas dirancang dengan bentang 138 m dan lebar 7.8 m menggunakan sistem komposit rangka baja konfigurasi Warren camel-back truss, sedangkan struktur bawah berupa portal beton dua pilar setinggi 10 m berukuran 1.8×1.8 m yang disatukan dengan kepala pilar setinggi 2.9 m. Perancangan mengacu pada pembebanan SNI 1725-2016 dan ketentuan seismik SNI 2833-2016.
Evaluasi kinerja seismik dilakukan melalui analisis statik nonlinear (pushover) mengacu pada FHWA-HRT-06-032. Titik kinerja pada arah longitudinal diperoleh pada gaya geser dasar 3379.71 kN dengan perpindahan 84 mm, sedangkan arah transversal pada gaya geser dasar 5107.69 kN dengan perpindahan 15 mm. Berdasarkan simpangan lateral (NCHRP Synthesis 440) dan regangan material (NCHRP Research Report 949) untuk gempa dengan probabilitas terlampaui 7% dalam 75 tahun, struktur mencapai tingkat kinerja PL-3 (Fully Operational) pada kedua arah, sedangkan berdasarkan FEMA 356 mencapai tingkat Immediate Occupancy (IO). Mekanisme plastis pada arah longitudinal menunjukkan kelelehan pertama terjadi bersamaan di ujung bawah kedua pilar, langsung diikuti keruntuhan pada lokasi yang sama tanpa kelelehan di tempat lain. Sebaliknya, pada arah transversal, kelelehan terjadi bertahap—dimulai dari salah satu ujung bawah pilar, merambat ke lokasi lainnya, hingga mencapai kegagalan di ujung atas pilar. Hasil ini menunjukkan bahwa desain revitalisasi Jembatan Lalan memenuhi kriteria tingkat kinerja yang disyaratkan, yaitu PL-3 (Fully Operational) untuk gempa kuat dan PL-1 (Life Safety) untuk gempa lemah pada jembatan dengan umur layan di atas 50 tahun.
Perpustakaan Digital ITB