digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Ryan Rendi Agatha Silalahi
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

PT X merupakan perusahaan kontraktor interior berbasis proyek yang mengelola pergerakan material dan alat kerja melalui gudang pusat untuk mendukung lebih dari 20 proyek dalam satu tahun. Kegiatan operasional gudang masih bergantung pada pencatatan manual, komunikasi melalui WhatsApp, dan kebiasaan kerja yang belum terdokumentasi secara konsisten. Kondisi tersebut menimbulkan permasalahan pada alur kerja, pembagian tanggung jawab, pencatatan transaksi, keterlacakan barang, serta pemantauan kinerja operasional. Penelitian ini bertujuan merancang perbaikan proses bisnis serta sistem informasi dan dashboard yang saling selaras untuk mendukung pengelolaan operasional gudang PT X. Perancangan proses bisnis menggunakan metodologi Model-based and Integrated Process Improvement hingga tahap redesign process. Proses bisnis existing dipetakan menggunakan Process Classification Framework, identifikasi input-output, matriks RACI, dan Cross-Functional Diagram. Evaluasi dilakukan melalui Value-Added Analysis, identifikasi pemborosan, Root Cause Analysis 6M, dan ESIA. Rancangan awal kemudian disempurnakan melalui benchmarking terhadap APQC PCF. Perancangan sistem informasi menggunakan pendekatan prototyping yang mencakup identifikasi kebutuhan, pemodelan proses, pemodelan data, dan pembuatan prototipe. Perancangan dashboard dilakukan dengan pendekatan dan adaptasi metodologi Eva Hariyanti yang terdiri dari identifikasi KPI, indikator, kebutuhan data, visualisasi dan perancangan prototipe menggunakan Power BI. Kedua subtopik dikerjakan secara paralel dan diselaraskan melalui evaluasi serta iterasi bersama. Hasil pemetaan menunjukkan bahwa proses bisnis existing terdiri atas 60 aktivitas dalam lima kelompok proses. Evaluasi mengidentifikasi 23 titik permasalahan yang terutama berkaitan dengan belum tersedianya metode kerja, standar pemeriksaan, mekanisme pencatatan, alur persetujuan, dan ketentuan pengelolaan barang. Proses bisnis usulan terdiri atas 70 aktivitas dalam enam kelompok proses, dengan penambahan kelompok Audit Inventori, serta dilengkapi matriks RACI, business rules, input-output, dan CFD to-be. Sistem informasi dirancang untuk mengintegrasikan pencatatan transaksi, pengelolaan inventaris barang, persetujuan, dokumentasi, dan keterlacakan barang dalam satu basis data. Dashboard memuat KPI dan indikator yang berfungsi untuk memantau operasional gudang pada PT X. Hasil evaluasi dan validasi menunjukkan bahwa rancangan dari kedua subtopik telah saling selaras dan mampu menjawab sebagian besar akar penyebab permasalahan operasional gudang PT X. Efektivitas rancangan secara aktual perlu dievaluasi lebih lanjut setelah implementasi.