digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 1 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 2 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 3 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 4 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 5 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB 6 Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PUSTAKA Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN Lussy Maria Lubis
Terbatas  Dewi Supryati
» Gedung UPT Perpustakaan

PT Argos Inovasi Indonesia merupakan perusahaan manufaktur furnitur yang menerapkan sistem engineer-to-order (ETO) dengan proses produksi linier melalui 9 mesin. Sistem penjadwalan yang digunakan saat ini adalah first come first serve (FCFS), yang menyebabkan sejumlah permasalahan seperti waktu penyelesaian total (makespan) yang tinggi dan keterlambatan pengiriman (tardiness). Berdasarkan data bulan Juli 2024, FCFS menghasilkan makespan sebesar 15.980 menit, dengan keterlambatan pengiriman terjadi pada proyek Concentrix Jogja. Penelitian ini bertujuan untuk merancang sistem penjadwalan produksi yang lebih efisien dan adaptif dengan pendekatan flow shop scheduling. Metode yang digunakan adalah evaluasi dan penerapan beberapa algoritma heuristik, yaitu shortest processing time (SPT), Nawaz-Enscore-Ham (NEH), dan Campbell-Dudek-Smith (CDS), yang dikombinasikan dengan aturan earliest due date (EDD) untuk mengurangi keterlambatan. Evaluasi dilakukan dengan membandingkan nilai makespan dan jumlah keterlambatan untuk setiap metode. Hasil analisis menunjukkan bahwa metode SPT memberikan kinerja terbaik dengan makespan terkecil, yaitu sebesar 15.543 menit tanpa meningkatkan tingkat keterlambatan secara signifikan. Sistem penjadwalan usulan divisualisasikan dalam bentuk gantt chart dan diimplementasikan menggunakan Microsoft Excel VBA agar dapat digunakan secara praktis oleh tim produksi. Penerapan sistem ini diharapkan dapat meningkatkan efisiensi produksi serta mengurangi risiko keterlambatan dalam proyek-proyek besar.