digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

abstrak_Clara Gracia Roulina Parapat [13322012]
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

COVER
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB I
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab II
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Bab III
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB IV
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

BAB V
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

DAFTAR PUSTAKA
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

LAMPIRAN
Terbatas  Rina Kania
» Gedung UPT Perpustakaan

Pembangkit listrik tenaga surya merupakan salah satu solusi yang dapat mendukung kebijakan pemerintah dalam mengatasi ketergantungan terhadap sumber energi fosil. Namun terdapat berbagai tantangan teknis yang dapat menurunkan efisiensi sistem, sehingga sistem PV tidak bekerja di titik daya optimumnya. Penelitian ini bertujuan untuk menerapkan pengontrol Finite Control Set Model Predictive Control untuk meningkatkan performa dan kerobasan dari sistem fotovoltaik yang terintegrasi dengan boost converter. Dalam perancangan algoritma pengontrol, efek gangguan itu akan diestimasi menggunakan Disturbance Observer untuk meningkatkan kerobasan sistem terhadap gangguan. Namun tantangan selanjutnya pada sistem PV terletak pada perubahan kondisi naungan modul fotovoltaik yang diakibatkan oleh pergerakan awan dan bayangan benda-benda sekitar, sehingga sistem PV akan memiliki beberapa puncak daya keluaran. Situasi ini dikenal sebagai kondisi naungan sebagian (PSC). Oleh karena itu pada penelitian ini digunakan metode Incremental Conductance-Modified Particle Swarm Optimization yang dapat melacak puncak global yang kemudian dijadikan arus referensi bagi mekanisme pengontrol. Hasil simulasi MATLAB/Simulink menunjukkan bahwa sistem mampu bekerja baik pada kondisi standar ataupun PSC. Pada kondisi standar dengan iradiasi seragam, sistem mencapai waktu tunak 0,42 detik, efisiensi 94,572%, dan akurasi daya 99,97%. Pada kondisi standar dengan variasi iradiasi dan beban, sistem menghasilkan waktu tunak rata-rata 0,330 detik, akurasi daya 99,904%, dan efisiensi rata-rata 93,933%. Pada kondisi PSC, sistem mampu mencapai waktu tunak 0,352 detik, akurasi daya 99,699%, dan efisiensi rata-rata 94,31%. Hasil ini menunjukkan bahwa integrasi Hybrid IC–MPSO dan FCS–MPC dengan Disturbance Observer mampu meningkatkan performa pelacakan titik maksimum daya dan menjaga efisiensi sistem PV mandiri di bawah kondisi naungan sebagian.