Termokimia merupakan salah satu topik kimia di sekolah menengah atas yang rentan menimbulkan miskonsepsi. Akar persoalannya terletak pada karakteristik konsep energi yang abstrak dan tidak dapat diamati secara langsung, sehingga siswa kesulitan mengintegrasikan tiga level representasi, yaitu makroskopik, submikroskopik, dan simbolik, secara bermakna. Pembelajaran konvensional yang menekankan prosedur dan rumus simbolik tanpa membangun koneksi antarlevel representasi terbukti memperparah kondisi ini. Di sisi lain, media pembelajaran yang memadukan narasi visual dengan pemodelan molekul untuk membangun kompetensi representasional pada topik termokimia masih sangat terbatas. Kesenjangan inilah yang melatarbelakangi pengembangan rancangan pembelajaran pada penelitian ini. Penelitian ini bertujuan mengembangkan rancangan pembelajaran termokimia berbasis multiple representation melalui pendekatan visual storytelling dan praktikum pemodelan molekul, serta menguji validitas, respons siswa, dan efektivitasnya dalam meningkatkan kompetensi representasional siswa. Penelitian menggunakan metode Educational Design Research yang ditempuh dalam tiga fase. Fase pertama berupa analisis dan eksplorasi untuk merumuskan panduan desain dari kajian teori dan referensi empiris. Fase kedua berupa perancangan dan konstruksi produk, yang mencakup pembangunan prototipe, validasi ahli, survei respons siswa, serta revisi iteratif. Fase ketiga berupa evaluasi dan refleksi untuk menguji efektivitas produk sekaligus merumuskan prinsip desain. Implementasi produk berlangsung selama enam pertemuan dengan peneliti berperan sebagai fasilitator. Penelitian ini menghasilkan dua produk utama yang saling melengkapi, yaitu situs web panasdingin.id berbasis visual storytelling dan modul praktikum pemodelan molekul berbasis Avogadro, yang mengintegrasikan ketiga level representasi dalam satu alur penyelidikan. Validitas produk diukur dengan formula Aiken’s V, respons siswa dijaring melalui angket, dan kompetensi representasional diukur menggunakan tes dua puluh empat butir yang diberikan sebagai pretes dan postes. Pada akhir pembelajaran, survei akhir penelitian digunakan sebagai instrumen reflektif untuk menjaring kesan siswa terhadap keseluruhan rangkaian pembelajaran. Validasi oleh tiga ahli pada aspek konten kimia, pedagogi, serta media menghasilkan indeks Aiken’s V keseluruhan sebesar 0,87 yang termasuk kategori sangat valid. Uji coba produk terbatas terhadap lima belas siswa memperoleh respons yang sangat baik dengan skor 92,71 persen. Pada fase implementasi, produk diujicobakan kepada tiga puluh enam siswa kelas XI di SMA Negeri 49 Jakarta melalui rancangan one-group pretest–posttest, dengan dua puluh sembilan siswa yang memiliki data lengkap dianalisis secara berpasangan. Rata-rata skor kompetensi representasional meningkat dari 41,69 pada pretes menjadi 83,86 pada postes. Simpangan baku menurun dari 19,09 menjadi 14,39, dan dua puluh delapan dari dua puluh sembilan siswa mengalami kenaikan skor. Uji Wilcoxon signed-rank menunjukkan peningkatan yang signifikan dengan nilai Z sebesar ?4,595 dan p lebih kecil dari 0,001, disertai ukuran efek yang besar dengan nilai r sebesar 0,85. Rata-rata N-gain sebesar 0,69 termasuk kategori sedang yang mendekati batas tinggi, dengan 72,4 persen siswa mencapai kategori tinggi. Hasil penelitian menunjukkan bahwa rancangan pembelajaran yang dikembangkan dinilai valid, diterima dengan baik, dan efektif meningkatkan kompetensi representasional siswa pada topik termokimia dalam konteks penelitian ini. Dari keseluruhan proses dirumuskan sejumlah prinsip desain yang dapat ditransfer, antara lain pengintegrasian tiga level representasi secara bertahap, pemanfaatan narasi visual yang kontekstual untuk menjembatani konsep abstrak melalui pengalaman yang konkret, serta pemodelan molekul tiga dimensi untuk menghubungkan struktur submikroskopik dengan sifat makroskopik dan persamaan simbolik. Penelitian ini memberikan model konkret tentang penerjemahan kerangka representasi kimia ke dalam rancangan pembelajaran yang operatif, sehingga dapat menjadi rujukan bagi pengembangan media pembelajaran serupa pada topik kimia abstrak lainnya.
Perpustakaan Digital ITB