digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Indonesia sebagai negara kepulauan memiliki potensi Energi Baru Terbarukan (EBT) kelautan yang masif, salah satunya adalah teknologi Ocean Thermal Energy Conversion (OTEC). Berbeda dengan energi surya dan angin yang bersifat intermiten, OTEC mampu beroperasi sebagai pembangkit listrik beban dasar (baseload) yang stabil. Penelitian ini bertujuan untuk merancang, menganalisis, dan membandingkan performa termal serta kelayakan ekonomi dari beberapa konfigurasi pembangkit OTEC, yaitu Siklus Tertutup (Organic Rankine Cycle, Siklus Kalina, Siklus Uehara) dan Siklus Terbuka (Open-Cycle). Studi kelayakan mengambil lokasi di perairan Taman Nasional Wakatobi yang memiliki gradien temperatur (?T) ideal sebesar 22,82 °C. Simulasi termodinamika dilakukan menggunakan perangkat lunak EBSILON@Professional untuk memodelkan sistem dengan target daya bersih (net power) sebesar 100 kW. Analisis keekonomian kemudian dievaluasi menggunakan Aspen Process Economic Analyzer untuk menghitung Capital Expenditure (CAPEX), Operational Expenditure (OPEX), dan Levelized Cost of Energy (LCOE). Studi ini mengevaluasi konfigurasi sistem OTEC yang paling unggul secara teknis, sekaligus menyoroti potensi desalinasi air tawar pada siklus terbuka yang mampu menekan nilai LCOE secara drastis, sehingga menjadikannya sangat layak secara finansial untuk diimplementasikan di perairan tropis Indonesia.