digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak -FAREL IHSAN
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Peningkatan penetrasi pembangkit energi terbarukan variabel dan pertumbuhan beban menuntut fleksibilitas lebih besar pada sistem ketenagalistrikan Indonesia. Energy Storage System (ESS) berpotensi menyediakan berbagai fungsi pendukung, seperti Frequency regulation and reserves, peak shaving, Congestion management, VRE Firming and support, Power quality and load outage management, dan Blackstarter. Penelitian ini bertujuan menentukan fungsi ESS prioritas dan teknologi paling sesuai untuk Sistem Sumatera menggunakan metode Analytic Hierarchy Process (AHP), berdasarkan data teknis sistem dan penilaian lima responden ahli, dengan empat alternatif teknologi yaitu supercapacitor, BESS lithium-ion, pumped hydro energy storage, dan hydrogen energy storage system. Hasil AHP menunjukkan salah satu dari dua sistem yang memiliki prioritas adalah Sistem Sumatera dengan kebutuhan Frequency regulation and reserves serta Congestion management, dengan BESS lithium-ion sebagai teknologi terbaik (skor 94,62%). Simulasi DIgSILENT PowerFactory memperlihatkan bahwa penerapan BESS meningkatkan frekuensi nadir dari 48,91 Hz menjadi 49,60 Hz dan menurunkan deviasi frekuensi dari 1,12 Hz menjadi 0,40 Hz, disertai kenaikan Indeks Kekakuan Sistem dari 434 MW/Hz menjadi 1.203,12 MW/Hz. Pada fungsi Congestion management, injeksi BESS 120 MW (4 unit paralel) di Sumatera Selatan pada skenario N-1 Saluran Pendopo-Prabumulih 1 menurunkan pembebanan Saluran Pendopo-Prabumulih 2 dari 103,7% menjadi 85,57%, sesuai batas Grid Code.