digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Rihlatu Radhiyallah [27124013]
PUBLIC Open In Flipbook Noor Pujiati.,S.Sos

Kekerasan Seksual Berbasis Elektronik (KSBE) semakin banyak ditemukan di kalangan mahasiswa seiring tingginya interaksi digital dalam hubungan romansa. Batasan persetujuan (consent) di ruang digital sering dipahami secara ambigu, sehingga perilaku yang sebenarnya mengarah pada manipulasi kerap dianggap wajar dan sulit dikenali sejak dini. Kondisi ini menunjukkan perlunya media edukasi yang tidak hanya informatif, tetapi juga mampu melibatkan audiens secara emosional tanpa mengabaikan keamanan psikologis mereka. Penelitian ini bertujuan menganalisis pemahaman dan kerentanan mahasiswa tahun pertama di Bandung terhadap KSBE, khususnya dalam mengenali red flags pada hubungan romansa digital, serta merancang motion comic berbasis trauma-informed design sebagai media edukasi preventif. Perancangan menggunakan metode User-Centered Design (UCD) melalui empat tahap: memahami konteks pengguna, mengidentifikasi kebutuhan, menghasilkan solusi desain, dan mengevaluasi hasil rancangan dalam satu siklus. Prinsip trauma-informed design digunakan sebagai dasar penyampaian pesan agar isu sensitif dapat disampaikan tanpa menimbulkan ketidaknyamanan bagi audiens. Hasil penelitian berupa motion comic berjudul When I Realized Something Was Wrong in This Relationship, disajikan dalam empat episode format vertikal dengan ilustrasi bergaya manhwa. Media ini dirancang untuk membantu mahasiswa mengenali bentuk manipulasi dalam hubungan digital, memahami mekanisme pelaporan, serta mengetahui langkah penanganan yang tersedia di lingkungan kampus. Evaluasi melalui kuesioner dan Focus Group Discussion menunjukkan indikasi bahwa media ini membantu responden memahami red flags dalam hubungan digital, mendorong refleksi terhadap pengalaman pribadi, dan memperkenalkan mekanisme pelaporan di kampus. Evaluasi ini baru dilakukan dalam satu siklus tanpa pengujian ulang, sehingga hasil yang disajikan merupakan prototipe media edukasi yang menjanjikan, bukan media yang telah terbukti efektif secara luas. Penelitian ini diharapkan menjadi acuan awal dalam merancang media komunikasi visual untuk pencegahan KSBE yang kontekstual dan sensitif terhadap pengalaman audiens di lingkungan pendidikan tinggi.