digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - FADHILANTO NUR ATHAYA RAMADHANA
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Petak Padalarang–Cikadongdong merupakan salah satu segmen berjalur tunggal di antara segmen-segmen berjalur ganda pada koridor Padalarang– Cikampek, sehingga menjadi pembatas kapasitas lintas secara keseluruhan. Trase eksisting peninggalan kolonial memiliki jari-jari lengkung 177–200 m yang tidak memenuhi persyaratan teknis. Kondisi jalur tunggal juga menimbulkan 14 kejadian persilangan per hari dengan total waktu tunggu 110 menit, yang sebagian besar ditanggung oleh layanan jarak dekat. Tugas akhir ini bertujuan merancang trase baru berjalur ganda dengan geometrik yang memenuhi persyaratan teknis pada petak tersebut. Analisis kondisi eksisting dilakukan berdasarkan GAPEKA 2025, meliputi penetapan kelas jalan rel melalui perhitungan daya angkut lintas, analisis kapasitas lintas pada periode harian dan jam puncak, serta proyeksi tingkat kejenuhan dengan acuan UIC Code 406. Evaluasi alternatif penanganan dilakukan terhadap skema modernisasi persinyalan dan pembangunan jalur ganda. Pemilihan trase dilakukan menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria geometri, kinerja jaringan jalan rel, dan biaya. Trase terpilih kemudian dirancang meliputi alinyemen horizontal dan vertikal, struktur jalan rel, serta drainase, dan dimodelkan menggunakan Civil 3D. Hasil analisis menetapkan lintas sebagai jalan rel Kelas III dengan daya angkut 6,7 juta ton/tahun. Trase terpilih memiliki panjang 25,557 km dengan jarijari lengkung 200–500 m, landai penentu 15,515‰, serta terowongan sepanjang 1,6 km. Trase rencana meningkatkan kecepatan operasi menjadi 72,8 km/jam, menurunkan waktu tempuh petak dari 31 menit menjadi 21 menit, dan menghilangkan seluruh waktu tunggu persilangan. Disertai modernisasi persinyalan menjadi blok otomatis, kapasitas lintas meningkat dari 88,118 menjadi 154,649 KA/hari atau sebesar 75,5%, sehingga pencapaian ambang jenuh pada petak kritis tertunda hingga tahun 2031. Drainase direncanakan dengan kala ulang 10 tahun menggunakan saluran persegi beton bertulang dalam 5 tipe dimensi.