Abstrak - FADHILANTO NUR ATHAYA RAMADHANA
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Petak Padalarang–Cikadongdong merupakan salah satu segmen berjalur
tunggal di antara segmen-segmen berjalur ganda pada koridor Padalarang–
Cikampek, sehingga menjadi pembatas kapasitas lintas secara keseluruhan. Trase
eksisting peninggalan kolonial memiliki jari-jari lengkung 177–200 m yang tidak
memenuhi persyaratan teknis. Kondisi jalur tunggal juga menimbulkan 14 kejadian
persilangan per hari dengan total waktu tunggu 110 menit, yang sebagian besar
ditanggung oleh layanan jarak dekat. Tugas akhir ini bertujuan merancang trase
baru berjalur ganda dengan geometrik yang memenuhi persyaratan teknis pada
petak tersebut.
Analisis kondisi eksisting dilakukan berdasarkan GAPEKA 2025, meliputi
penetapan kelas jalan rel melalui perhitungan daya angkut lintas, analisis kapasitas
lintas pada periode harian dan jam puncak, serta proyeksi tingkat kejenuhan dengan
acuan UIC Code 406. Evaluasi alternatif penanganan dilakukan terhadap skema
modernisasi persinyalan dan pembangunan jalur ganda. Pemilihan trase dilakukan
menggunakan metode Analytical Hierarchy Process (AHP) dengan kriteria
geometri, kinerja jaringan jalan rel, dan biaya. Trase terpilih kemudian dirancang
meliputi alinyemen horizontal dan vertikal, struktur jalan rel, serta drainase, dan
dimodelkan menggunakan Civil 3D.
Hasil analisis menetapkan lintas sebagai jalan rel Kelas III dengan daya
angkut 6,7 juta ton/tahun. Trase terpilih memiliki panjang 25,557 km dengan jarijari
lengkung 200–500 m, landai penentu 15,515‰, serta terowongan sepanjang 1,6 km. Trase rencana meningkatkan kecepatan operasi menjadi 72,8 km/jam,
menurunkan waktu tempuh petak dari 31 menit menjadi 21 menit, dan
menghilangkan seluruh waktu tunggu persilangan. Disertai modernisasi
persinyalan menjadi blok otomatis, kapasitas lintas meningkat dari 88,118 menjadi
154,649 KA/hari atau sebesar 75,5%, sehingga pencapaian ambang jenuh pada
petak kritis tertunda hingga tahun 2031. Drainase direncanakan dengan kala ulang
10 tahun menggunakan saluran persegi beton bertulang dalam 5 tipe dimensi.
Perpustakaan Digital ITB