Pengelolaan aset situs cagar budaya memerlukan representasi digital yang mampu
mengintegrasikan informasi geometrik, semantik, dan referensi spasial untuk
mendukung proses pelindungan, pengembangan, dan pemanfaatan aset secara
berkelanjutan. Perkembangan teknologi seperti Historic Building Information
Modeling (HBIM), Sistem Informasi Geografis (SIG), point cloud, ThreeDimensional Gaussian Splatting (3DGS), dan teknologi immersive visualization
telah memberikan kontribusi dalam dokumentasi, visualisasi, dan pemodelan
bangunan cagar budaya. Namun, masing-masing teknologi masih dikembangkan
secara terpisah sehingga interoperabilitas antar representasi digital belum mampu
mendukung pengelolaan aset cagar budaya secara komprehensif. Selain itu,
pemanfaatan 3DGS sebagai representasi fotorealistik yang terintegrasi dengan
HBIM, SIG, dan sistem manajemen aset masih sangat terbatas.
Penelitian ini bertujuan mengembangkan kerangka interoperabilitas berbasis HBIM
yang mengintegrasikan berbagai representasi digital untuk mendukung pengelolaan
aset situs cagar budaya, mengembangkan model interaksi dan geovisualisasi
immersive untuk mendukung pengambilan keputusan, serta mengimplementasikan
purwarupa sebagai media verifikasi terhadap kerangka dan model interaksi dan
geovisualisasi yang diusulkan. Penelitian dilaksanakan melalui lima tahapan, yaitu
Requirement Analysis, Data Acquisition, Modelling, Data Integration, dan
Prototype Development. Kerangka yang dikembangkan mengintegrasikan HBIM
berbasis Industry Foundation Classes (IFC), 3D GIS berbasis CityGML, sistem
manajemen aset, point cloud, dan 3DGS dalam satu lingkungan geospasial yang
mempertahankan keterhubungan informasi geometrik, semantik, dan referensi
spasial melalui pemanfaatan standar terbuka dan mekanisme semantic mapping.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kerangka interoperabilitas yang
dikembangkan mampu mengintegrasikan berbagai representasi digital secara
konsisten tanpa kehilangan informasi geometrik, semantik, maupun referensi
spasial. Kerangka tersebut menjadi dasar pengembangan model interaksi
geovisualisasi yang mendukung eksplorasi informasi, inspeksi virtual, visualisasi
multirepresentasi, serta pengelolaan informasi aset dalam satu lingkungan digital
yang terpadu. Purwarupa yang dikembangkan memverifikasi implementasi
kerangka melalui visualisasi tiga dimensi berbasis web dan immersive visualization,
yang memungkinkan penyajian model HBIM, CityGML, point cloud, dan 3DGS
ii
secara terintegrasi untuk mendukung inspeksi bangunan dan pengambilan
keputusan.
Kebaruan penelitian ini bukan hanya integrasi berbagai representasi digital, tetapi
pengembangan mekanisme semantic mapping berbasis HBIM yang
mempertahankan keterkaitan geometri, semantik, dan referensi spasial sebagai
dasar model interaksi dan geovisualisasi immersive yang memungkinkan penyajian
informasi geometrik, semantik, dan referensi spasial secara terpadu. Penelitian ini
memberikan kontribusi terhadap interoperabilitas data geospasial dan Historic
Building Information Modeling (HBIM) untuk mendukung pengelolaan cagar
budaya, khususnya dalam aspek perlindungan melalui penilaian kondisi fisik
bangunan, serta menyediakan landasan bagi pengembangan Digital Twin pada
penelitian selanjutnya.
Perpustakaan Digital ITB