Kawasan Transmigrasi Kamang Baru memiliki surplus produksi ayam ras pedaging yang tinggi, tetapi nilai tambahnya belum tertahan di kawasan karena rantai pasok belum terintegrasi dan belum adanya kelembagaan ekonomi yang berperan sebagai agregator. Penelitian ini bertujuan merancang Koperasi Desa Merah Putih (KDMP) sebagai kelembagaan ekonomi yang mampu mengelola komoditas unggulan secara terintegrasi dari hulu ke hilir dengan dukungan ekosistem digital. Permasalahan diuraikan menjadi empat subtopik yang saling terkait, yaitu model rantai pasok distribusi, kelayakan investasi pabrik pakan, perancangan proses bisnis, serta perancangan indikator kinerja dan dashboard pemantauan.
Setiap subtopik diselesaikan dengan metode yang relevan, kemudian diintegrasikan pada tingkat kelompok. Model rantai pasok dirancang menggunakan Mixed Integer Linear Programming, kelayakan pabrik pakan dinilai dengan indikator Net Present Value (NPV), Internal Rate of Return (IRR), dan Payback Period, proses bisnis dirancang menggunakan Business Process Improvement dari kondisi existing menuju kondisi usulan, sedangkan indikator kinerja disusun dengan memetakan proses bisnis ke kerangka Supply Chain Operations Reference Digital Standard (SCOR DS) dan divisualisasikan dalam prototipe dashboard.
Hasil penelitian menunjukkan model distribusi optimal membuka tiga dari sebelas fasilitas konsolidasi, yaitu Kamang, Kunangan Parik Rantang, dan Siaur, dengan keuntungan KDMP sekitar Rp34 juta per minggu dari total volume 35.095,54 kg per minggu. Pembangunan pabrik pakan dinyatakan layak secara finansial dengan NPV sebesar Rp6,39 miliar, IRR 25,40%, dan Payback Period 4,80 tahun. Perancangan proses bisnis menghasilkan 46 aktivitas utama beserta matriks RASCI pemangku kepentingan dan SOP proses kritis yang terintegrasi dengan platform KDMP.id, sedangkan pemantauan kinerja menghasilkan 28 KPI berbasis SCOR DS beserta prototipe dashboard. Keempat hasil tersebut membentuk satu rancangan solusi terintegrasi yang memposisikan KDMP sebagai pengelola lini bisnis kawasan secara vertikal, mulai dari pemenuhan pakan di hulu, pengelolaan proses operasional, distribusi hasil produksi, hingga pemantauan kinerja berbasis data.
Perpustakaan Digital ITB