digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Abstrak - Jessica Attalya Suzuki
Terbatas  Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan

Pemindahan nose structure pesawat NC212i dari jig menuju trestle di PT Dirgantara Indonesia masih melibatkan manual handling oleh beberapa operator. Keterbatasan ruang, titik pegang, dan visibilitas bagian bawah komponen menimbulkan beban fisik, kesulitan pemosisian, risiko terjepit, serta paparan operator terhadap beban yang sedang diangkat. Penilaian kondisi eksisting menggunakan MAC Tool menghasilkan skor total 21 dengan beberapa faktor risiko berada pada colour band merah. Penelitian ini bertujuan mengidentifikasi kebutuhan operator dan menghasilkan rancangan konsep alat bantu angkat yang mendukung pengurangan manual handling, kestabilan, pemosisian, perlindungan komponen, dan pengendalian beban dari posisi yang lebih aman. Data diperoleh melalui observasi video dan wawancara terhadap satu supervisor dan tujuh operator. Kondisi eksisting dianalisis menggunakan MAC Tool dan Job Hazard Analysis, sedangkan data wawancara diolah melalui analisis tematik hingga mencapai kejenuhan informasi. Hasilnya diterjemahkan menjadi customer statements, customer needs, functional requirements, dan design parameters. Hubungan antarparameter dianalisis menggunakan Axiomatic Design, sedangkan konflik desain diselesaikan menggunakan TRIZ. Pengolahan data menghasilkan 122 kode final, 51 subtema, 18 tema, 74 customer statements relevan, 12 customer needs, 16 functional requirements, 16 design parameters, dan lima konflik desain. Rancangan akhir berupa lifting beam low-headroom yang mengintegrasikan sistem webbing dan sling, adjustaBLE lifting lug, sensor jarak tiga titik, penunjuk datum, panel indikator, tagline, serta peringatan berbasis Bluetooth Low Energy. Berdasarkan validasi konseptual, rancangan dinilai sesuai dengan kebutuhan operasional dan berpotensi mengalihkan beban utama ke sistem crane, membantu pemosisian, serta mengurangi ketergantungan pada tenaga manual. Penelitian masih terbatas pada tahap konseptual sehingga estimasi penurunan skor MAC Tool dari 21 menjadi 4 belum dibuktikan melalui prototipe dan pengujian langsung. Hasil penelitian diharapkan menjadi dasar bagi PT Dirgantara Indonesia dalam mengembangkan alat bantu angkat yang sesuai dengan kebutuhan operasional.