Usaha Kecil dan Menengah (UKM) merupakan penggerak utama perekonomian Indonesia dengan menyumbang sekitar 61% dari PDB negara dan mencakup lebih dari 97% angkatan kerja Indonesia. Terlepas dari signifikansi ini, banyak UKM di Indonesia mengalami masalah internal serius yang dapat mengancam kelangsungan hidup jangka panjang mereka, khususnya dalam hal suksesi kepemimpinan. Studi ini berfokus pada sebuah UKM di Indonesia bernama CV Putri Intan Kencana (Jernip Kencana), produsen minuman herbal tradisional berbasis di Kuningan, Jawa Barat, yang sedang menghadapi masalah suksesi kepemimpinan akibat keputusan CEO pendiri untuk pensiun. Dengan menggunakan pendekatan penelitian kualitatif, studi ini melakukan wawancara semi-terstruktur, observasi non-partisipan, dan analisis dokumen untuk menetapkan faktor-faktor organisasi yang menjadi akar penyebab yang dapat mencegah proses suksesi yang sukses. Analisis diagnostik mengintegrasikan tiga kerangka teori yang berbeda: Model Pertumbuhan Greiner yang membantu mengidentifikasi kondisi "krisis kepemimpinan" perusahaan saat ini; Model Bisnis Keluarga Tiga Lingkaran yang mengungkapkan interaksi kompleks dan dominasi absolut logika keluarga; dan Model Berlian Leavitt yang menilai kesiapan operasional di empat variabel berbeda yaitu tugas, teknologi, orang, dan struktur. Studi ini menemukan bahwa ada tiga hambatan internal kritis yang mengancam kelangsungan hidup Jernip Kencana pasca-suksesi: (1) ketergantungan penuh pada pengetahuan tacit CEO pendiri; (2) hierarki organisasi yang tidak berfungsi yang membuat para direktur dan calon penerus tidak memiliki otoritas yang sah; (3) resistensi budaya yang mendalam terhadap formalisasi yang menganggapnya sebagai bentuk pengkhianatan terhadap nilai-nilai berbasis hubungan jangka panjang mereka. Analisis kesiapan operasional saat ini juga menunjukkan kesenjangan yang parah di keempat variabel tersebut, menunjukkan bahwa perusahaan kemungkinan besar akan runtuh setelah kepergian CEO. Sebagai tanggapan, studi ini mengusulkan kerangka kerja pengembangan organisasi (OD) komprehensif yang terdiri dari 27 intervensi yang dipisahkan menjadi 3 fase terpisah: (1) pembangunan fondasi; (2) pengembangan kemampuan; (3) pengembangan ketahanan organisasi.
Perpustakaan Digital ITB