Kota yang aman dan nyaman menjadi salah satu kriteria utama dalam menentukan kualitas sebuah kota. Salah satu tujuan Sustainable Development Goals (SDGs) adalah sustainable cities and communities . Dalam konteks keberlanjutan kota, isu keamanan menjadi sangat relevan, terutama ketika dikaitkan dengan tingkat kriminalitas di suatu kawasan perkotaan. Perancangan ini mencoba mengkaji ulang desain kawasan di sekitar Kampus Universitas Maranatha, Sukajadi, Kota Bandung, yang menghadapi tantangan tingkat kriminalitas tinggi dan fenomena fear of crime yang menghambat aktivitas masyarakat, terutama mahasiswa yang tinggal di sekitar kawasan tersebut. Kawasan ini menunjukkan adanya persoalan desain seperti minimnya penerangan, ruang negatif yang rentan, rendahnya konektivitas, serta kurangnya fasilitas ruang publik yang menunjang interaksi sosial. Di sisi non-desain, tingginya angka kejahatan, keterbatasan jam operasional, serta kerentanan sosial.
Pendekatan Crime Prevention Through Environmental Design (CPTED) diusulkan sebagai solusi inovatif untuk merancang ulang kawasan ini. Perancangan ini mengidentifikasi kriteria, prinsip normatif, dan indikator perancangan guna merumuskan visi, misi, konsep, serta skenario pengembangan kawasan yang aman, nyaman, dan inklusif. Melalui simulasi implementasi CPTED, hasil perancangan diharapkan dapat meningkatkan persepsi keamanan, mengurangi peluang kejahatan, serta mendukung keberhasilan akademis mahasiswa dan kesejahteraan masyarakat. Perancangan ini memberikan kontribusi signifikan dalam mewujudkan kota berkelanjutan sesuai SDGs nomor 5, 11, dan 16. Perancangan ini juga berfungsi sebagai panduan strategis bagi pengambil kebijakan dan perancang kota dalam mengoptimalkan potensi lingkungan fisik untuk menciptakan ruang hidup ideal dan terjamin keamanannya. Perancangan ini menggunakan metode fragmental untuk melakukan perancangan yang komperhensif dan sistematis.
Perpustakaan Digital ITB