Kawasan bantaran Sungai Tallo di Kota Makassar merupakan salah satu wilayah padat permukiman nelayan yang menghadapi kerentanan tinggi terhadap banjir akibat curah hujan, pasang air laut, serta penurunan kualitas lingkungan. Permasalahan yang muncul tidak hanya terkait aspek fisik, seperti hunian padat tanpa perencanaan, infrastruktur dasar yang terbatas, dan drainase buruk, tetapi juga menyangkut aspek sosial-ekonomi masyarakat nelayan yang rentan terhadap kemiskinan, ketergantungan pada tengkulak, serta terbatasnya akses layanan publik. Kondisi ini menjadikan Sungai Tallo sebagai kawasan dengan tingkat kerentanan kompleks yang membutuhkan pendekatan desain yang menyeluruh.
Tesis ini bertujuan untuk merancang kawasan hunian adaptif yang mampu meningkatkan ketahanan komunitas (Community Resilience) terhadap risiko banjir dan degradasi lingkungan. Metode penelitian dilakukan melalui studi literatur, analisis kondisi eksisting, serta pendekatan teoritis mengenai Community Resilience yang menekankan kolaborasi sosial, fleksibilitas hunian, infrastruktur hijau, dan penguatan ruang komunal. Hasil penelitian ini menghasilkan konsep perancangan kawasan hunian adaptif berbasis Community Resilience, yang tidak hanya menekankan aspek fisik bangunan, tetapi juga membangun kapasitas sosial-ekonomi masyarakat dan meningkatkan kualitas lingkungan.
Perpustakaan Digital ITB