digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Penelitian ini mengevaluasi jaringan distribusi yang diperlukan untuk mendukung ekspansi Toko Bakmi Kita dari satu menjadi sepuluh outlet pada 2029. Central Kitchen yang ada di Serang diproyeksikan melampaui kapasitas seiring peningkatan permintaan, sehingga menimbulkan risiko bottleneck produksi, stock out, ketidakkonsistenan kualitas produk, dan kenaikan biaya logistik. Penelitian ini bertujuan menentukan kebutuhan kapasitas, membandingkan alternatif jaringan distribusi, dan memilih model yang paling sesuai berdasarkan pertimbangan finansial dan nonfinansial. Penelitian menggunakan desain studi kasus tunggal eksplanatori dengan data replenishment historis, proyeksi permintaan, koordinat outlet, asumsi biaya, serta penilaian manajerial dari dua owner dan satu Head of Central Kitchen. Analisis menggabungkan perencanaan kapasitas, clustering geospasial K-Means, pemodelan biaya logistik berbasis Python, analisis sensitivitas, dan Analytic Hierarchy Process. Hasil penelitian menunjukkan bahwa jaringan sepuluh outlet membutuhkan area produksi Central Kitchen sebesar 382,21 m² dan area penyimpanan sebesar 140,00 m². Empat skenario dievaluasi. Dari sisi biaya, Skenario 3: Optimal CK–Direct memberikan hasil terbaik dengan total biaya logistik sekitar Rp2,08 miliar per bulan dan biaya per kilogram sebesar Rp181.464,28, atau lebih rendah 2,05% dibandingkan skenario dasar. Analisis sensitivitas menunjukkan bahwa perubahan permintaan memberikan dampak terbesar terhadap biaya logistik. Namun, hasil AHP memilih Skenario 2: Existing CK–Hub sebagai alternatif terbaik secara keseluruhan dengan prioritas normalisasi sebesar 0,395048. Kriteria Service and Product Quality serta Supply Reliability secara bersama-sama mewakili lebih dari 80% bobot keputusan. Oleh karena itu, Skenario 3 digunakan sebagai tolok ukur efisiensi biaya, sedangkan Skenario 2 direkomendasikan karena lebih mendukung konsistensi produk, ketersediaan stok, dan keandalan layanan. Implementasi bertahap mulai Q3 2026 direkomendasikan.