digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) memicu kekhawatiran di kalangan mahasiswa terkait kesiapan kompetensi dan ancaman otomatisasi pekerjaan di masa depan, yang dikenal sebagai future employment anxiety. Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan intervensi guna mengelola future employment anxiety pada mahasiswa program sarjana berdasarkan pengaruh AI literacy dengan mempertimbangkan peran AI anxiety dan AI attitude sebagai variabel mediasi. Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei daring berskala nasional dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data melibatkan 781 responden mahasiswa aktif jenjang sarjana dari berbagai perguruan tinggi di Indonesia yang ditarik menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang digunakan dalam survei ini terdiri dari 70 pertanyaan yang diukur menggunakan skala Likert 1-5. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan metode Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) guna mengevaluasi model pengukuran tingkat pertama dan kedua, sekaligus menguji signifikansi pengaruh struktural antarvariabel. Hasil pengujian menunjukkan bahwa AI literacy berpengaruh signifikan terhadap AI anxiety dan AI attitude. AI literacy memiliki pengaruh negatif dengan AI anxiety serta pengaruh positif dengan AI attitude. Selain itu, AI attitude berpengaruh negatif dengan AI anxiety, sedangkan AI anxiety berpengaruh positif dengan future employment anxiety. Berdasarkan temuan empiris tersebut, dirancang dua bentuk intervensi yang saling melengkapi. Pada tingkat individu, dirancang kerangka instruksi Guardrails-AI yang menahan output instan AI untuk memantik nalar kritis dan mencegah ketergantungan kognitif mahasiswa. Pada tingkat institusional, dirancang AI Career Readiness Program yang mencakup tahapan kesiapan bagi mahasiswa tingkat awal dan transisi karier bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai ekosistem dukungan dari perguruan tinggi.