Perkembangan pesat teknologi Artificial Intelligence (AI) memicu kekhawatiran di
kalangan mahasiswa terkait kesiapan kompetensi dan ancaman otomatisasi
pekerjaan di masa depan, yang dikenal sebagai future employment anxiety.
Penelitian ini bertujuan untuk merancang usulan intervensi guna mengelola future
employment anxiety pada mahasiswa program sarjana berdasarkan pengaruh AI
literacy dengan mempertimbangkan peran AI anxiety dan AI attitude sebagai
variabel mediasi.
Penelitian ini menggunakan pendekatan kuantitatif melalui survei daring berskala
nasional dengan desain cross-sectional. Pengumpulan data melibatkan 781
responden mahasiswa aktif jenjang sarjana dari berbagai perguruan tinggi di
Indonesia yang ditarik menggunakan metode purposive sampling. Instrumen yang
digunakan dalam survei ini terdiri dari 70 pertanyaan yang diukur menggunakan
skala Likert 1-5. Pengolahan dan analisis data dilakukan menggunakan metode
Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) guna
mengevaluasi model pengukuran tingkat pertama dan kedua, sekaligus menguji
signifikansi pengaruh struktural antarvariabel.
Hasil pengujian menunjukkan bahwa AI literacy berpengaruh signifikan terhadap
AI anxiety dan AI attitude. AI literacy memiliki pengaruh negatif dengan AI anxiety
serta pengaruh positif dengan AI attitude. Selain itu, AI attitude berpengaruh
negatif dengan AI anxiety, sedangkan AI anxiety berpengaruh positif dengan future
employment anxiety. Berdasarkan temuan empiris tersebut, dirancang dua bentuk
intervensi yang saling melengkapi. Pada tingkat individu, dirancang kerangka
instruksi Guardrails-AI yang menahan output instan AI untuk memantik nalar kritis
dan mencegah ketergantungan kognitif mahasiswa. Pada tingkat institusional,
dirancang AI Career Readiness Program yang mencakup tahapan kesiapan bagi
mahasiswa tingkat awal dan transisi karier bagi mahasiswa tingkat akhir sebagai
ekosistem dukungan dari perguruan tinggi.
Perpustakaan Digital ITB