digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Andhika Ramadhan [17322002]
Terbatas  Noor Pujiati.,S.Sos
» Gedung UPT Perpustakaan

Indonesia merupakan negara kepulauan dengan keberagaman budaya yang tinggi, yang tercermin dalam berbagai bentuk arsitektur tradisional, khususnya rumah adat dari setiap daerah. Arsitektur Nusantara tidak hanya berfungsi sebagai hunian, tetapi juga merepresentasikan nilai filosofis, sistem sosial, serta kearifan lokal masyarakat setempat. Namun, penyajian informasi mengenai arsitektur Nusantara saat ini masih didominasi oleh media pembelajaran konvensional yang bersifat dua dimensi, sehingga belum mampu menghadirkan pengalaman ruang, skala, material, dan suasana arsitektur secara utuh. Kondisi tersebut menyebabkan pemahaman masyarakat, terutama generasi muda, terhadap arsitektur Nusantara menjadi terbatas dan kurang kontekstual. Perancangan interior Museum Arsitektur Nusantara di Kota Bandung ini bertujuan untuk menghadirkan media edukasi arsitektur yang informatif, interaktif, dan berbasis pengalaman melalui pendekatan experiential learning. Pendekatan ini menekankan proses pembelajaran melalui pengalaman langsung, sehingga pengunjung dapat memahami arsitektur Nusantara tidak hanya secara visual, tetapi juga melalui pengalaman ruang, material, pencahayaan, dan suasana interior. Museum dirancang sebagai living institution yang berfungsi sebagai sarana edukasi, pelestarian, penelitian, dan rekreasi budaya. Metode perancangan yang digunakan dalam tugas akhir ini adalah metode kualitatif, yang dilakukan melalui studi literatur terkait arsitektur Nusantara, museum, dan teori experiential learning, serta observasi lapangan ke beberapa museum sebagai studi preseden. Hasil analisis digunakan sebagai dasar penyusunan konsep perancangan interior, meliputi konsep ruang, sirkulasi, material, warna, furnitur, pencahayaan, pengkondisian udara, dan sistem keamanan museum. Hasil perancangan menunjukkan bahwa penerapan pendekatan experiential learning dalam desain interior museum mampu menciptakan pengalaman belajar yang lebih imersif dan bermakna bagi pengunjung. Setiap ruang pamer dirancang untuk merepresentasikan karakter rumah adat dari berbagai daerah di Indonesia melalui pengolahan elemen interior yang kontekstual. Dengan lokasi di Kota Bandung sebagai kota pendidikan dan kreatif, Museum Arsitektur Nusantara diharapkan dapat menjadi pusat edukasi dan apresiasi arsitektur Nusantara yang relevan, inklusif, serta mampu meningkatkan kesadaran masyarakat terhadap pentingnya pelestarian warisan budaya Indonesia.