digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH (IPAL) DOMESTIK TERPUSAT SKALA KOTA, KOTA SEMARANG
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

Pertumbuhan penduduk, peningkatan aktivitas perkotaan, keterbatasan sumber air baku, eksploitasi air tanah, penurunan muka tanah, dan intrusi air laut menjadi tantangan penting dalam pengelolaan sumber daya air di Kota Semarang. Kondisi tersebut mendorong perlunya perubahan pendekatan dari sistem pengelolaan air secara linear menuju pengelolaan sirkular melalui pemanfaatan kembali efluen instalasi pengolahan air limbah sebagai sumber air alternatif. Oleh karena itu, laporan tugas akhir ini membahas perancangan unit pengolahan lanjutan untuk menghasilkan air daur ulang (reuse water) yang aman dan sesuai dengan kebutuhan nonkonsumsi, khususnya untuk sektor industri, operasional internal IPAL, pelayanan perkotaan dan fasilitas publik, ruang terbuka hijau dan lanskap, serta fasilitas komersial dan institusional. Perancangan dilakukan pada Instalasi Pengolahan Air Limbah Terpusat Kota Semarang yang berlokasi di Kelurahan Banjardowo, Kecamatan Genuk. Sistem direncanakan secara bertahap dengan kapasitas pengolahan air daur ulang sebesar 34.000 m³/hari pada Tahap 1 dan dikembangkan menjadi 150.000 m³/hari pada Tahap 2. Penentuan target kualitas air menggunakan prinsip fit for purpose, yaitu menyesuaikan kualitas air hasil pengolahan dengan tujuan pemanfaatannya, serta mengacu pada regulasi dan standar kualitas air daur ulang yang berlaku. Sistem pengolahan yang dirancang terdiri atas rangkaian unit pengolahan lanjutan berupa membran nanofiltrasi (nanofiltration membrane), proses oksidasi lanjut (advanced oxidation process/AOP), degasifier, ozone destructor, unit dekarbonasi (decarbonation), dan reservoir. Ruang lingkup perancangan meliputi analisis kebutuhan kapasitas, desain unit pengolahan, penyusunan spesifikasi teknis dan SOP, perhitungan CAPEX dan OPEX, serta analisis kelayakan finansial, kelembagaan, dan partisipasi masyarakat. Berdasarkan hasil perhitungan, kebutuhan investasi pembangunan sistem pengolahan dan pemanfaatan air daur ulang mencapai sekitar Rp592,05 miliar untuk dua tahap pengembangan, dengan biaya operasional yang meningkat seiring peningkatan kapasitas pelayanan. Hasil analisis finansial menunjukkan NPV positif sebesar Rp395,09 miliar, BCR sebesar 1,29, Payback Period sebesar 13,28 tahun, dan Discounted Payback Period sebesar 15,67 tahun. Nilai tersebut menunjukkan bahwa manfaat yang diperoleh lebih besar dibandingkan biaya yang dikeluarkan dan investasi dapat kembali sebelum berakhirnya periode analisis 20 tahun, sehingga sistem air daur ulang dinilai layak untuk dikembangkan dengan tetap memperhatikan pengendalian biaya operasional dan keberlanjutan pemanfaatannya. Secara keseluruhan, perancangan unit pengolahan dan pemanfaatan efluen menjadi reuse water ini merupakan salah satu upaya untuk meningkatkan nilai guna air limbah domestik melalui pendekatan pemulihan sumber daya (resource recovery) dan ekonomi sirkular. Sistem yang dirancang diharapkan mampu mengurangi ketergantungan terhadap sumber air baku konvensional, mendukung konservasi sumber daya air, mengurangi beban pencemaran lingkungan, serta menjadi alternatif penyediaan air berkelanjutan bagi kebutuhan perkotaan di Kota Semarang.