digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR LIMBAH DOMESTIK DI KOTA CIMAHI
Terbatas  Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan

Kota Cimahi merupakan wilayah perkotaan dengan kepadatan penduduk tinggi yang masih menghadapi tantangan dalam peningkatan akses sanitasi aman. Kondisi tersebut mendorong kebutuhan pengembangan Sistem Pengelolaan Air Limbah Domestik Terpusat (SPALD-T) untuk mengurangi beban pencemar yang masuk ke lingkungan. Tugas akhir ini bertujuan merancang Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) domestik Kota Cimahi yang meliputi penentuan kapasitas, konfigurasi proses, dimensi unit pengolahan, profil hidrolis, spesifikasi teknis, serta estimasi biaya pembangunan dan operasional. IPAL direncanakan di Kelurahan Leuwigajah untuk melayani tujuh kelurahan prioritas dengan periode perencanaan 2031–2051 dan beban pelayanan akhir sebesar 288.282 population equivalent (PE). Karakteristik influen desain ditentukan menggunakan nilai maksimum hasil pengujian pada 15 IPAL domestik yang dikelola UPTD SPALD Kota Cimahi. Debit rata-rata desain sebesar 33.210,13 m³/hari, debit maksimum 43.832 m³/hari, dan debit minimum 23.724,45 m³/hari. Rangkaian pengolahan terdiri atas bar screen, aerated grit chamber, bak ekualisasi, sedimentasi primer, Moving Bed Biofilm Reactor (MBBR), secondary clarifier, dan disinfeksi menggunakan natrium hipoklorit. MBBR dirancang dalam dua tahap, yaitu penyisihan BOD dan nitrifikasi, masing-masing berukuran 29 m × 19 m × 5 m dan 30 m × 19 m × 5 m. Setelah secondary clarifier, sebanyak 80% efluen dialirkan menuju unit disinfeksi untuk dibuang ke badan air penerima, sedangkan 20% diarahkan ke pengolahan lanjutan untuk pemanfaatan kembali. Hasil estimasi biaya menunjukkan kebutuhan capital expenditure (CAPEX) sebesar Rp108.862.178.717 dan operational expenditure (OPEX) pada kapasitas penuh sebesar Rp16.025.198.291 per tahun. Analisis finansial menghasilkan NPV sebesar ?Rp233.109.869.054 dan BCR sebesar 0,054, yang menunjukkan bahwa penerimaan retribusi belum mampu menutup keseluruhan biaya pembangunan dan pengoperasian sehingga diperlukan dukungan sumber pembiayaan lainnya.