PERANCANGAN INSTALASI PENGOLAHAN AIR DAUR ULANG (RECYCLE WATER TREATMENT PLANT) IPAL DOMESTIK TERPADU KOTA CIMAHI
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Maman Ruhiman
» Gedung UPT Perpustakaan
Kota Cimahi masih menghadapi tekanan terhadap ketersediaan sumber daya air akibat cakupan pelayanan air bersih perpipaan yang baru mencapai 79,16% rumah tangga dan kondisi 50,6% zona pemanfaatan air tanah yang telah tergolong rawan, kritis, hingga rusak. Kondisi tersebut, disertai pertumbuhan penduduk dan peningkatan timbulan air limbah domestik, mendorong penerapan konsep resource recovery melalui pemanfaatan kembali efluen Instalasi Pengolahan Air Limbah (IPAL) sebagai air daur ulang untuk kebutuhan non-potable. Perancangan ini menggunakan pendekatan deskriptif dengan metode kuantitatif melalui perhitungan neraca massa, dimensi unit, dan analisis kelayakan finansial, serta pendekatan kualitatif melalui survei lapangan dan koordinasi dengan instansi terkait. Wilayah perencanaan mencakup tujuh kelurahan prioritas dengan lokasi instalasi di Kelurahan Leuwigajah pada lahan seluas ±3,3 ha dan periode perencanaan selama 20 tahun, yaitu 2031–2051. Pada Tahap I, kapasitas pengolahan IPAL direncanakan sebesar ±31.305 m³/hari, dengan 20% efluen atau sekitar 6.261 m³/hari dialokasikan sebagai air daur ulang dan 80% sisanya dialirkan ke badan air penerima. Efluen hasil pengolahan lanjutan ditargetkan memenuhi Peraturan Menteri LHK Nomor 11 Tahun 2025 untuk kegiatan pemanfaatan, dengan BOD ?12 mg/L, COD ?80 mg/L, TSS ?30 mg/L, dan fecal coliform ?200 MPN/100 mL. Berdasarkan analisis multikriteria Simple Additive Weighting (SAW), rangkaian Reclaimed Water Treatment Plant (RWTP) terpilih terdiri atas empat unit dual-media rapid sand filter menggunakan media GAC dan pasir silika, unit disinfeksi ultraviolet dengan 80 lampu low-pressure berdaya 75 W dan dosis 40 mJ/cm², serta reservoir air daur ulang berkapasitas 2.750 m³. Hasil estimasi biaya menunjukkan kebutuhan capital expenditure (CAPEX) sebesar Rp4.384.859.862 dan operational expenditure (OPEX) sebesar Rp642.909.120 per tahun. Dengan harga jual air daur ulang sebesar Rp4.000/m³, analisis finansial selama 20 tahun menghasilkan NPV positif sebesar Rp45.100.246.040 dan BCR sebesar 4,78. Hasil tersebut menunjukkan bahwa perancangan RWTP layak secara finansial dan berpotensi mendukung pemanfaatan kembali air untuk kebutuhan non-potable di Kota Cimahi.
Perpustakaan Digital ITB