digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

COVER Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 1 Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 2 Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 3 Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 4 Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

BAB 5 Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

PUSTAKA Nicolaus Ernest Mamonto
PUBLIC Open In Flipbook Roosalina Vanina Viyazza

Karakteristik distribusi farmasi adalah variasi produk yang sangat beragam dan permintaan produk yang bervariasi bergantung pada pelanggan, sehingga sangat penting untuk memastikan persediaan berada di tempat dan waktu yang tepat agar operasional berjalan efektif. Hal ini dikarenakan keputusan persediaan yang tidak tepat dan tidak mencerminkan penggunaan aktual produk dan layanan oleh pelanggan biasanya mengakibatkan kekosongan stok (stock-outs) pada barang dengan permintaan tinggi, kelebihan stok pada barang dengan permintaan rendah, tingginya hari persediaan (days on inventory), serta penurunan pendapatan. Kondisi ini terutama terjadi ketika organisasi memiliki informasi permintaan yang ekstensif namun tidak memanfaatkannya dalam pengambilan keputusan persediaan. Mediklug adalah perusahaan teknologi kesehatan yang memiliki unit distribusi farmasi dan sistem Rekam Medis Elektronik (RME), yang sedang menghadapi penurunan pendapatan pada periode Juli-September 2025 meskipun memiliki data konsumsi di tingkat klinik. Penelitian ini didasarkan pada masalah kurangnya visibilitas permintaan dalam manajemen persediaan melalui teori Rantai Pasok Berbasis Permintaan (Demand-Driven Supply Chain atau DDSC) yang berfokus pada sinyal permintaan pelanggan yang nyata sebagai dasar keputusan pasokan. Teori Business Intelligence (BI) diterapkan untuk mengoperasionalisasikan data permintaan menjadi wawasan yang dapat ditindaklanjuti. Tujuan penelitian ini mencakup analisis ketidaksesuaian antara permintaan dan persediaan, pembuatan intervensi dasbor berbasis BI untuk pengambilan keputusan persediaan, serta penilaian penerimaan solusi yang diusulkan oleh para pemangku kepentingan. Metode studi kasus campuran (mixed-methods) digunakan dalam penelitian ini. Analisis kuantitatif menggunakan statistik deskriptif dari data konsumsi dan inventaris selama tiga bulan dan menstandarisasi nama produk teks bebas EMR ke penamaan produk inventaris internal. Data kualitatif dikumpulkan menggunakan survei dan wawancara semi-terstruktur dengan pemangku kepentingan operasional. Temuan menunjukkan bahwa kesenjangan antara permintaan dan persediaan terjadi secara konstan, dan dasbor BI yang diusulkan mampu meningkatkan visibilitas permintaan serta memfasilitasi pengambilan keputusan. Dasbor tersebut dipersepsikan oleh pemangku kepentingan sebagai solusi yang berguna, layak diterapkan, dan dapat ditindaklanjuti. Penelitian ini bernilai karena mengilustrasikan fasilitasi praktis prinsip-prinsip DDSC dalam distribusi farmasi dengan bantuan BI.