digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Termogravimetri merupakan suatu metode termal dengan luaran berupa kurva massa terhadap temperatur sampel. Metode ini dapat digunakan untuk analisis dekomposisi material hingga analisis stabilitas termal. Pada Laboratorium Termodinamika ITB, peralatan termogravimetri mengalami kerusakan sehingga diperlukan pembuatan peralatan termogravimetri secara swadaya agar dapat memberi peluang pengembangan lanjutan kepada civitas akademik ITB dan menekan biaya. Design Requirement and Objective (DRnO) termogravimetri didapat dari ASTM E2550, termogravimetri TG50 merek Mettler Toledo dan kebutuhan pengguna. Pada proses desain, didapat bahwa pada kondisi tunak dan isotermal nilai daya minimum yang diperlukan pemanas elektrik untuk mencapai 1273 K adalah 893,23 W. Selanjutnya, dilakukan simulasi perpindahan panas transien menggunakan Ansys Fluent untuk mendapat nilai daya minimum yang dibutuhkan agar target heating rate 60°C/min tercapai. Didapatkan bahwa daya yang dibutuhkan sebesar 2500 W. Komponen utama pada peralatan termogravimetri adalah alat ukur temperatur dan massa. Untuk mendapat hasil yang kredibel, dilakukan proses kalibrasi termokopel dan load cell. Kalibrasi termokopel dilakukan pada dua titik, yaitu titik temperatur ruangan dan titik didih H2O pada ketinggian 850 m, sebesar 97,23 °C. Pengujian selanjutnya menggunakan 2,5 g polyethylene terephtalate (PET) menunjukkan nilai temperatur onset sebesar 365 °C, sedangkan nilai repeatability sebesar 17,32 °C. Nilai repeatability alat berada di atas nilai standar interlaboratory test sebesar 6 °C sehingga kurang akurat. Tugas sarjana ini juga membahas cara mengatasi gangguan yang timbul pada sensor massa dengan cara penambahan isolator panas dan listrik. Selain itu, diberikan rekomendasi massa sampel agar efek gangguan tidak begitu terlihat pada grafik akhir. Sebagai kesimpulan, alat termogravimetri yang dirancang dan dibuat telah dapat memenuhi 10 dari 13 DRnO dan dapat digunakan untuk penelitian berikutnya.