COVER Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 1 Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 2 Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 3 Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 4 Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
BAB 5 Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
PUSTAKA Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
LAMPIRAN Klovinki Purnama
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Esha Mustika Dewi
» Gedung UPT Perpustakaan
Proses pencampuran bahan kimia kaporit dan Poly Aluminium Chloride (PAC) pada Water
Treatment Plant (WTP) ITB Kampus Jatinangor masih dilakukan secara manual,
mengandalkan dosis statis dan observasi visual operator sehingga rentan menghasilkan kualitas
air olahan yang tidak konsisten saat kualitas air baku berfluktuasi. Tugas akhir ini merancang
dan mengimplementasikan sistem kontrol otomatis yang menentukan dan memberikan dosis
bahan kimia (PAC, soda ash, dan kaporit) secara otomatis berdasarkan kondisi air terkini.
Penulis berperan sebagai Person-in-Charge (PIC) untuk dua subsistem, Water Quality Sensing
dan Main Controller.
Subsistem Water Quality Sensing secara fungsional membaca data pH, Turbiditas, dan Total
Dissolved Solids (TDS) air baku maupun air olahan. Sensor pH dan Turbiditas berkomunikasi
digital melalui protokol Modbus RTU pada satu bus RS-485 bersama, sedangkan sensor TDS
yang berkeluaran analog diisolasi melalui rangkaian konversi voltage-to-frequency berbasis
LM331N. Seluruh jalur sinyal dirancang dengan isolasi galvanis tiga domain (kontroler, RS-
485, TDS) untuk mencegah ground loop dan interferensi common-mode pada media konduktif
air. Secara perilaku, subsistem beroperasi melalui siklus akuisisi-transmisi data dengan
mekanisme failsafe terhadap tiga skenario kegagalan sensor, kegagalan komunikasi, nilai di
luar rentang, dan sensor macet, serta menyimpan data tertunda secara lokal saat terdapat
gangguan jaringan. Antarmuka komunikasi menggunakan protokol MQTT untuk
mempublikasikan data ke subsistem lainnya.
Subsistem Main Controller mengimplementasikan algoritma Linear Parameter-Varying
Model Predictive Control (LPV-MPC) yang memodelkan proses pencampuran sebagai dua
tangki Continuously Stirred Tank Reactor tersusun seri, dengan parameter kopling pHturbiditas
yang dijadwalkan secara adaptif terhadap pH terukur. Pada setiap periode sampling
15 detik, kontroler menyelesaikan permasalahan Quadratic Programming (QP) untuk
menentukan dosis PAC dan soda ash optimal, dengan kaporit diperlakukan sebagai dosis
konstan. Secara perilaku, kontroler beroperasi melalui siklus inisialisasi, akuisisi dan validasi
data, estimasi state, optimisasi, supervisi keamanan dosis, dan aktuasi, dengan mode failsafe
terpisah untuk kondisi kegagalan sistem. Antarmuka komunikasi menggunakan MQTT untuk
menerima data sensor dan mempublikasikan perintah dosis ke Subsistem aktuator.
ii
Implementasi Water Quality Sensing menghasilkan PCB custom berbasis ESP32 dengan
enclosure PLA hasil cetak tiga dimensi yang memenuhi rating Ingress Protection IP65.
Implementasi Main Controller menggunakan Raspberry Pi 4 dengan solver OSQP melalui
framework cvxpy dalam bahasa Python. Kedua subsistem diverifikasi terhadap delapan
spesifikasi teknis yang menjadi tanggung jawab penulis. Water Quality Sensing terbukti
memenuhi seluruh target akurasi, resolusi, dan rentang pengukuran melalui pengujian
hardware langsung, akurasi pH mencapai ±0,10 pH (target ±0,2 pH), Turbiditas ±1,00 NTU
(target ±2 NTU), dan TDS ±77,8 ppm (target ±100 ppm), dengan mekanisme failsafe dan
proteksi IP65 yang tervalidasi. Main Controller terbukti mampu menghitung dan
menyesuaikan dosis secara otomatis dalam waktu maksimum 334,58 ms, jauh di bawah batas
spesifikasi 416,7 ms, melalui simulasi offline menggunakan parameter hasil identifikasi nyata,
dengan integrasi hardware end-to-end yang berhasil dibuktikan berfungsi. Namun, ketepatan
dosis terhadap kondisi air sesungguhnya belum dapat dibuktikan secara konklusif akibat
keterbatasan zona settling pada mock-up yang tersedia, yang menghalangi pengujian closedloop
real-time yang representatif.
Dengan demikian, mekanisme otomasi penentuan dan pemberian dosis berbasis kondisi air
berhasil diwujudkan dan diverifikasi berfungsi pada kedua subsistem yang dikerjakan,
menggantikan pendekatan manual berbasis dosis statis yang sebelumnya digunakan. Verifikasi
closed-loop menyeluruh pada skala WTP Jatinangor yang sesungguhnya tetap diperlukan
sebagai langkah lanjutan sebelum sistem dapat dinyatakan siap untuk operasional penuh.
Perpustakaan Digital ITB