Pemeliharaan ikan hias akuarium yang ideal memerlukan perhatian konsisten
terhadap jadwal pemberian pakan dan manajemen kualitas air. Namun, para
penghobi ikan hias di perkotaan sering kali kesulitan menjaga rutinitas yang teratur,
sehingga berpotensi menimbulkan pemberian pakan berlebih (overfeeding),
degradasi kualitas air akibat pembusukan sisa pakan, serta terganggunya
kesejahteraan ikan. Di sisi lain, sebagian besar sistem Internet of Things (IoT) yang
ada saat ini hanya menyediakan komunikasi satu arah untuk visualisasi data sensor,
tanpa mekanisme konfirmasi pengiriman perintah pada lapisan aplikasi, padahal
pengendalian aktuator kritis seperti mesin pemberi pakan membutuhkan validasi
eksekusi yang deterministik.
Tugas akhir ini menyajikan perancangan dan implementasi dasbor web full-stack
untuk pemantauan dan pengendalian akuarium ikan hias berbasis IoT. Dasbor
dikembangkan menggunakan arsitektur empat lapis (four-tier architecture) yang
terdiri dari Presentation Tier (React.js dengan Tailwind CSS, disajikan melalui
kontainer Nginx), Application Tier (Node.js dan Express.js yang di-deploy pada
Google Cloud Platform dengan basis data PostgreSQL), Communication Tier
(broker MQTT HiveMQ), serta Edge Tier (perangkat keras akuarium IoT). Untuk
mengatasi ketiadaan konfirmasi pengiriman pada protokol MQTT standar yang
bersifat fire-and-forget, sistem mengimplementasikan protokol Request-Reply
kustom pada lapisan aplikasi yang diamankan dengan penandatanganan muatan
(payload) HMAC-SHA256 serta mitigasi serangan siaran ulang (replay attack)
melalui validasi timestamp dan cache duplikasi transaksi. Dasbor menyediakan
visualisasi sensor waktu nyata (suhu, kekeruhan, pH), status perilaku ikan dari
sistem penglihatan mesin (computer vision), kendali aktuator jarak jauh, dan
manajemen jadwal pemberian pakan otomatis.
Evaluasi komprehensif dilakukan dalam tiga dimensi. Pengujian kotak hitam
(black-box) otomatis terhadap 21 kasus uji yang mencakup 8 skenario validasi
keamanan dan 13 skenario verifikasi fungsional mencapai tingkat kelulusan 100%.
Pengujian kinerja komunikasi selama 200 iterasi Round Trip Time (RTT)
menghasilkan rerata latensi 550,44 ms dengan median 484,55 ms, deviasi standar
205,08 ms, dan nol persen kehilangan paket, yang merepresentasikan peningkatan
performa sebesar 23,8% dibandingkan platform IoT akuakultur sejenis. Penilaian
kebergunaan menggunakan System Usability Scale (SUS) terhadap 10 responden
menghasilkan skor rerata 81,00 (Grade A, Excellent), yang mengonfirmasi bahwa
antarmuka sistem intuitif dan mudah diakses oleh pengguna sasaran. Pengujian
responsivitas notifikasi dasbor pada empat skenario kritis menghasilkan rerata
latensi 4,75 detik, jauh di bawah ambang batas spesifikasi 60 detik. Integrasi
pemantauan waktu nyata, komunikasi dua arah yang andal, dan keamanan
kriptografis membentuk ekosistem kendali yang memitigasi risiko overfeeding dan
menjamin kesejahteraan ikan hias. Hasil ini menunjukkan bahwa dasbor yang
dikembangkan dapat berfungsi sebagai antarmuka pemantauan dan pengendalian
terpadu yang andal bagi para penghobi ikan hias perkotaan, sekaligus menjadi
landasan arsitektural yang dapat diadaptasi untuk domain akuakultur berskala lebih
luas.
Perpustakaan Digital ITB