Keterbatasan ruang pada hunian modern di lingkungan urban dapat memengaruhi
persepsi psikologis pengguna, seperti munculnya rasa sempit, tertekan, dan
meningkatkan potensi stres. Kondisi ini memerlukan pendekatan desain yang
mampu meningkatkan kualitas pengalaman spasial tanpa menambah dimensi fisik
ruang. Penelitian ini bertujuan merancang ruang imersif berbasis prinsip
kaleidoskopik sebagai media eksplorasi persepsi ruang terbatas dengan
pendekatan Design Thinking yang berpusat pada manusia (human-centered
design). Prinsip kaleidoskopik yang melibatkan refleksi, repetisi, simetri, dan
fragmentasi visual dimanfaatkan untuk menciptakan ilusi visual yang memberikan
kesan ruang lebih luas, dinamis, dan menenangkan. Proses perancangan dilakukan
melalui tahapan empathize, define, ideate, prototype, dan test dengan
mempertimbangkan pengalaman visual dan respon emosional pengguna. Hasil
perancangan diharapkan menghasilkan media visual imersif yang mampu
meningkatkan persepsi ruang sekaligus membantu mengurangi stres, serta
memberikan kontribusi pada pengembangan pendekatan eksperimental Desain
Komunikasi Visual terkait ruang terbatas
Perpustakaan Digital ITB