digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

PT Indocement Tunggal Prakarsa adalah salah satu pabrik semen terbesar di Indonesia yang memiliki 13 plant yang tersebar di tiga kota di Indonesia, yaitu Citeureup dan Cirebon, Jawa Barat, serta Tarjun, Kalimantan Selatan. Saat Ini sebagian besar plant produksi PT Indocement Tunggal Prakarsa masih menggunakan elecrostatic precitator (EP) sebagai alat pengendali partikulat yang berasal dari rawmill. Namun dengan berbagai masalah yang ada pada EP yang menyebabkan turunya efisiensi pengendalian partikulat oleh EP, maka PT Indocement Tunggal Prakarsa berencana melakukan penggantian EP pada alat pengendali partikulat lain yang memiliki efisiensi tinggi. Salah satu plant yang akan mengalami pergantian ini adalah plant 11. EP pada plant 11 akan diganti dengan pulse jet BHF dengan filter berupa woven glass with PTFE membrane serta alat pretreatment berupa high efficiency paralel single cyclone. Sistem ini akan mengola udara dengan debit sekitar 19.800 m3/menit dengan konsentrasi partikulat awal sebesar 411 g/m3 dan konsentrasi partikulat pada outlet BHF (BHF) adalah 30 mg/m3 (T=25oC, P = 1 atm, O2 = 7%).