Abstrak - Tandevin Michael Todo Tambunan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Terbatas Irwan Sofiyan
» Gedung UPT Perpustakaan
Gas bumi memiliki peran strategis sebagai jembatan energi dalam transisi energi nasional. Pencapaian target produksi gas memerlukan infrastruktur penyaluran yang andal, seperti pada Lapangan A yang menggunakan pipa ekspor bawah laut untuk menyalurkan gas dari anjungan menuju fasilitas darat. Namun, integritas pipa bawah laut memiliki kerentanan terhadap tekanan operasional, beban hidrodinamik, beban mekanis, dan korosi. Oleh karena itu, penelitian ini bertujuan untuk melakukan perancangan awal pipa ekspor gas secara komprehensif agar proses penyaluran gas dapat berjalan dengan aman dan efisien sesuai dengan standar keandalan internasional.
Metodologi perancangan akan mencakup simulasi serta perhitungan analitis. Analisis hidrolik dilakukan menggunakan perangkat lunak PipeSIM untuk memodelkan aliran fluida dan mendapatkan nilai diameter pipa. Selanjutnya dilakukan perhitungan analitis berdasarkan standar untuk mendapatkan nilai ketebalan dinding pipa minimum serta jenis material yang akan digunakan. Setelah itu, dilakukan perhitungan analitis secara berurutan untuk mendesain tebal pelapis beton, menentukan panjang bentangan bebas maksimum, dan merancang proteksi katodik. Perhitungan mengacu pada beberapa standar DNV, yaitu DNV-ST-F101 untuk penentuan tebal dinding pipa, DNV-RP-F109 untuk penentuan tebal pelapis beton, DNV-RP-F105 untuk penentuan panjang bentangan bebas maksimum, dan DNV-RP-F103 untuk perancangan proteksi katodik.
Hasil simulasi menetapkan penggunaan pipa dengan nominal diameter 22 inci. Berdasarkan perhitungan dari kriteria pressure containment, local buckling, dan propagation buckling, dipilih material API-5L X65 dengan tebal dinding 0,562 inci. Analisis kestabilan pipa mengharuskan penambahan pelapis beton setebal 79,5 mm. Evaluasi bentangan bebas pipa membatasi panjang maksimum bentangan bebas sebesar 22,5 m untuk mencegah kegagalan akibat getaran. Untuk mitigasi korosi, digunakan 60 anoda korban berjenis gelang yang didistribusikan setiap jarak 930 m.
Perpustakaan Digital ITB