Peningkatan suhu permukaan di wilayah perkotaan akibat urbanisasi dan perubahan tutupan lahan
berpotensi meningkatkan risiko paparan panas yang berdampak pada kesehatan dan kualitas hidup
masyarakat. Analisis risiko paparan panas umumnya melibatkan berbagai tahapan pengolahan data
spasial yang dilakukan secara manual sehingga memerlukan waktu yang relatif lama dan rentan
terhadap kesalahan. Penelitian ini bertujuan mengembangkan Thermato (THERMal Risk Mapping
and Analysis TOol), yaitu aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasiskan data spasial berupa
plugin Quantum Geographic Information System (QGIS) yang mampu mengotomasi proses
analisis risiko paparan panas melalui integrasi parameter Land Surface Temperature (LST),
Normalized Difference Vegetation Index (NDVI), Normalized Difference Built-up Index (NDBI),
dan kepadatan penduduk dalam satu alur kerja terstruktur. Pengembangan produk dilakukan
menggunakan metode Waterfall serta memanfaatkan bahasa pemrograman Python, API PyQGIS,
dan standar QGIS Plugin Architecture. Model risiko dibangun menggunakan metode Weighted
Linear Combination (WLC) dengan mengintegrasikan komponen bahaya (hazard), paparan
(exposure), dan kerentanan (vulnerability) berbasiskan data spasial untuk menghasilkan indeks
risiko paparan panas. Hasil pengembangan menunjukkan bahwa Thermato berhasil
diimplementasikan sebagai plugin QGIS yang mampu melakukan validasi data, penyamaan
resolusi raster, pembobotan parameter, klasifikasi risiko, pembentukan data vektor, dan pembuatan
laporan analisis secara otomatis. Pengujian komparatif menunjukkan tingkat kesesuaian sebesar
92,62% pada Risk Continuous Raster serta 95,48% pada Risk Classified Raster dan Risk Vector
dibandingkan dengan alur kerja manual. Selain itu, waktu pemrosesan berhasil dikurangi dari ratarata 113,33 menit menjadi 8,67 menit sehingga meningkatkan efisiensi analisis secara signifikan
sebesar sekitar 1.307%. Hasil evaluasi pengguna juga menunjukkan tanggapan positif terhadap
kemudahan penggunaan, kejelasan alur kerja, dan kualitas keluaran yang dihasilkan. Dengan
demikian, Thermato dapat menjadi aplikasi pemodelan risiko paparan panas berbasis data spasial
yang efektif untuk mendukung analisis dan pemetaan risiko paparan panas secara lebih cepat,
konsisten, dan terstandarisasi dalam lingkungan Sistem Informasi Geografis.
Perpustakaan Digital ITB