digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perencanaan perjalanan merupakan proses yang melibatkan berbagai aktivitas, mulai dari pencarian dan perbandingan informasi destinasi, penyusunan itinerary, penentuan rute, pengelolaan anggaran, hingga pemesanan layanan perjalanan. Meskipun aplikasi Online Travel Agency (OTA) telah menyediakan berbagai layanan perjalanan, proses perencanaan masih sering dilakukan melalui beberapa platform yang berbeda. Kondisi tersebut menyebabkan fragmentasi informasi dan interaksi serta meningkatkan usaha pengguna dalam mempertahankan dan mengintegrasikan konteks perjalanan. Penelitian ini bertujuan untuk merancang antarmuka dan desain interaksi fitur Trip Planner pada aplikasi mobile OTA yang dapat mengintegrasikan aktivitas utama perencanaan perjalanan dalam satu alur interaksi yang terpadu dan mudah digunakan. Penelitian dilakukan menggunakan pendekatan User-Centered Design (UCD) melalui tahapan pemahaman konteks penggunaan, identifikasi kebutuhan pengguna, perancangan solusi, evaluasi, dan iterasi desain hingga menghasilkan high-fidelity prototype yang mencakup pembuatan Trip Plan, eksplorasi destinasi, pengelolaan itinerary, visualisasi peta, optimasi rute, estimasi anggaran, kolaborasi perjalanan, dan integrasi dengan layanan pemesanan OTA. Evaluasi high-fidelity prototype dilakukan dalam dua iterasi dengan melibatkan sembilan partisipan pada setiap iterasi menggunakan metrik Completion Rate, Time on Task, Single Ease Question (SEQ), Raw Task Load Index (RTLX), System Usability Scale (SUS), serta penilaian terhadap usability goals dan user experience goals. Berdasarkan hasil usability testing, rancangan solusi memperoleh skor SEQ sebesar 6,81 dari skala 7 untuk partisipan inisiator dan 7 dari skala 7 untuk partisipan anggota, serta skor SUS sebesar 92,22. Hasil penilaian RTLX menunjukkan tingkat beban kerja pengguna yang rendah. Secara keseluruhan, rancangan akhir telah memenuhi usability goals dan user experience goals yang ditetapkan. Analisis kelayakan menunjukkan bahwa fungsionalitas utama rancangan memiliki bentuk implementasi serupa pada sistem yang telah tersedia dan didukung oleh teknologi yang memungkinkan untuk dikembangkan lebih lanjut. Dengan demikian, rancangan fitur Trip Planner mampu mendukung proses perencanaan perjalanan yang lebih terintegrasi dan memiliki potensi untuk diimplementasikan pada aplikasi mobile OTA.