Meningkatnya penggunaan social commerce seperti TikTok Shop turut mendorong
perilaku impulsive buying pada konsumen muda. Proses checkout yang cepat dan
instan dapat membuat pengguna memiliki sedikit waktu untuk mempertimbangkan
kembali kebutuhan, urgensi, serta dampak finansial dari pembelian. Tugas akhir ini
bertujuan merancang prototipe fitur Mindful Shopping pada TikTok Shop dengan
pendekatan User-Centred Design (UCD) untuk mendukung proses pengambilan keputusan
pembelian yang lebih reflektif tanpa mengurangi kenyamanan pengguna.
Perancangan dilakukan dengan pendekatan UCD melalui pengumpulan dan analisis
data kuantitatif serta kualitatif secara deskriptif dalam empat tahapan UCD yang
dilakukan secara iteratif. Kebutuhan pengguna aktif TikTok Shop, terutama yang
berusia 17-25 tahun, diidentifikasi melalui studi literatur, observasi, dan kuesioner,
kemudian dirumuskan menjadi user persona, kebutuhan fungsional dan nonfungsional,
serta usability dan User Experience (UX) goals. Hasil perancangan berupa tiga
bentuk intervensi reflektif, yaitu mindful insight, reflective prompt, dan snackbar,
yang dikembangkan dari prototipe low-fidelity hingga high-fidelity. Pengujian prototipe
dilakukan menggunakan System Usability Scale (SUS), Single Ease Question
(SEQ), dan Net Promoter Score (NPS). Pada iterasi kedua, seluruh usability goals
memperoleh skor rata-rata 4,8 dan UX goals sebesar 4,92. Prototipe juga memperoleh
skor SUS sebesar 94,69 dengan kategori Excellent, skor SEQ sebesar 6,93 dari
7, dan NPS sebesar 100 sebagai intensi merekomendasikan konsep prototipe (n=8).
Waktu checkout meningkat dari 18,5 detik menjadi 22,9 detik seiring bertambahnya
elemen interaksi pada alur, dan tambahan waktu ini dipersepsikan pengguna masih
dapat diterima. Hasil tugas akhir ini menunjukkan bahwa fitur Mindful Shopping
memiliki usability yang tinggi dan dipersepsikan membantu pengguna mempertimbangkan
kembali keputusan pembeliannya.
Perpustakaan Digital ITB