SpeedForce merupakan layanan internet tetap milik PT Sanders Bersaudara Media
yang masih mengelola keluhan pelanggan melalui WhatsApp, dengan petugas penagih
atau staf sales sebagai perantara. Akibatnya, keluhan sering tidak tercatat,
sulit dilacak, dan tidak memberi gambaran agregat bagi manajemen di sejumlah
titik Point of Presence (POP) di Kabupaten Lumajang. Tugas akhir ini merancang
dan mengimplementasikan sistem pengelolaan keluhan pelanggan berbasis web sebagai
kanal resmi penerimaan dan pengelolaan keluhan di SpeedForce. Penelitian
mengikuti Design Science Research Methodology (DSRM) enam tahap, dari
identifikasi masalah hingga komunikasi hasil, dengan implementasi menggunakan
Next.js dan MySQL. Pelanggan dapat mengajukan dan melacak status keluhan secara
mandiri tanpa registrasi maupun login melalui verifikasi ID Pelanggan dan
nomor HP terdaftar, sementara staf internal mengelola tiket melalui panel administrasi
yang mencatat setiap perubahan status pada riwayat perubahan yang bersifat
append-only pada tingkat aplikasi. Sistem juga dilengkapi pencatatan pemakaian
barang teknisi yang terikat pada tiket keluhan, rekap dan analitik keluhan, serta
manajemen konten website. Evaluasi dilakukan secara berlapis melalui pengujian
fungsional black-box, verifikasi teknis kebutuhan nonfungsional, System Usability
Scale (SUS), dan User Experience Questionnaire (UEQ). Seluruh skenario uji lulus
setelah dua temuan kendali akses diperbaiki. Seluruh kebutuhan nonfungsional juga
memenuhi kriteria yang ditetapkan pada kondisi pengujian yang digunakan. Skor
SUS mencapai 78,69 untuk kelompok pengguna publik dan 77,08 untuk kelompok
operator; keduanya melampaui target penelitian 71,4. Sebelas dari dua belas nilai
UEQ pada kedua kelompok responden berada pada kategori Good atau Excellent,
dan satu nilai berada pada kategori Above Average; seluruhnya memenuhi target
minimum yang ditetapkan. Pada tingkat kapabilitas, sistem memenuhi sasaran pengelolaan
keluhan yang terstruktur melalui tiket berformat standar dan transisi status
terkendali, terdokumentasi melalui pencatatan riwayat perubahan, serta transparan
melalui pelacakan status mandiri tanpa akun.
Perpustakaan Digital ITB