Disertasi ini membahas peranan Dekomposisi Nilai Singular (DNS) dalam
memahami perilaku otokorelasi pada metode Box-Jenkins (BJ), khususnya untuk
model otoregresi (Autoregressive, AR) melalui pendekatan matriks Hankel (H).
Pendekatan berangkat dari kebutuhan untuk menggali keterkaitan antara struktur
akar–siku (root–elbow pattern) pada spektrum singular dengan karakteristik
dinamika Deret Waktu (DW). Meskipun DNS telah lama digunakan dalam berbagai
bidang seperti analisis korespondensi, model regresi linier dan pembelajaran mesin,
penerapannya pada DW untuk mengidentifikasi karakteristik otokorelasi model AR
melalui struktur H masih terbatas dan memerlukan kajian yang lebih mendalam.
DNS pada penelitian ini merujuk pada pendekatan analisis DW yang dikenalkan
oleh Broomhead dan King, yang dikenal dengan Analisis Spektrum Singular
(Singular Spectrum Analysis, SSA). Meskipun BJ dan SSA memiliki tujuan yang
sama, namun pendekatan yang digunakan sangatlah berbeda. Permasalahan yang
masih terbuka yaitu bagaimana DNS dilakukan untuk menyederhanakan subkomponen
pada model AR secara efektif dan efisien.
Tujuan utama penelitian ini adalah menganalisis perilaku spektrum singular yang
dihasilkan dari representasi H model AR(1) dan AR(2), serta menilai kestabilan
dan konsistensinya terhadap variasi parameter model (????????) dan panjang jendela
(window length, ????). Karakteristik statistik-aljabar dari matriks H pada DNS dikaji
lebih dalam sebagai dasar penentuan panjang jendela optimal (????????????????). Nilai ????????????????
ditentukan berbasis kestabilan nilai singular dari H (???????? ? ) dengan batas toleransi
terpilih (????????) sebesar 10%, 5% dan 1%. Semakin ketat ????????, semakin besar ???????????????? yang
dibutuhkan. Untuk menguji kesesuaian teori DNS, dilakukan penerapan pada data
empiris Nilai Tukar Rupiah terhadap Dollar Amerika Serikat (NTR–USD) selama
10 tahun masa pemerintahan Presiden Joko Widodo (2014-2024) yang terbagi atas
2 periode. Masing-masing periode ini merepresentasikan model AR(1) dan AR(2).
Metode penelitian meliputi simulasi DW model AR(1) dan AR(2) dengan berbagai
kombinasi ???????? yang diubah ke dalam struktur matriks H. DNS kemudian dilakukan
untuk memperoleh ???????? ? dan vektor singular (???????? dan ????????) terkait. Barisan ???????? ? dianalisis
dari sisi kestabilan, pola dominasi dan konvergensinya terhadap variasi ????. Analisis
pada data empiris NTR–Dollar AS digunakan untuk menilai tingkat konsistensi hasil simulasi terhadap fenomena nyata. Berbeda dengan data simulasi, data empiris
lebih kompleks karena faktor eksternal, derau dan ketidakpenuhan asumsi pada
residual model (????????) yang dapat mempengaruhi struktur DNS.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa pada model AR(1), kestabilan barisan ????1
?
terjaga pada ???? = 2 dengan pola akar-siku DNS konsisten terhadap perubahan ????1.
Ketika |????1|? 1, kontribusi ????1
? semakin dominan. Hasil analitik juga menjamin
bahwa selisih antara variasi oleh ????1 dan ????2 terhadap inersia total (????1,2) ? ????1 dengan
selisih <10%. Temuan ini meyakinkan bahwa DNS mampu menangkap struktur
dominan otokorelasi secara efisien pada model sederhana. Sebaliknya, pada model
AR(2), kestabilan spektrum singular bergantung pada jenis akar karakteristik
polinomial model (?), baik riil positif/negatif maupun kompleks konjugat.
Akibatnya, perilaku DNS menjadi lebih kompleks. Selain itu, hasil numerik
berdasarkan analisis konvergensi menunjukkan bahwa ???????????????? antara 3-23
memberikan keseimbangan antara efisiensi komputasi dan kestabilan hasil DNS.
Secara umum, penerapan pada data empiris NTR-USD memperlihatkan pola
sejalan dengan hasil simulasi. Dengan demikian, DNS tidak hanya valid secara
teoritis dan numerik, tetapi juga aplikatif serta unggul dalam menangkap perubahan
struktur dinamis DW antar periode.
Kebaruan pada disertasi ini terletak pada integrasi pendekatan DNS dan struktur H
dalam menganalisis otokorelasi model AR dan juga penentuan ???????????????? yang meliputi
penguatan landasan teoritis, pengayaan metode diagnostik ordo pada model AR
berbasis spektrum singular serta perluasan penerapan DNS pada data empiris
ekonomi. Secara keseluruhan, disertasi ini menegaskan bahwa DNS bukan hanya
alat dekomposisi matematis, tetapi juga memiliki peranan substantif dalam
memahami struktur dinamis DW. Hasil penelitian diharapkan dapat menjadi dasar
pengembangan metode analitik baru untuk model AR dengan ordo lebih tinggi
maupun penerapannya pada berbagai bidang empiris.
Perpustakaan Digital ITB