Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) di sektor Pemeliharaan, Perbaikan, dan Operasi (MRO), seperti PT Lima Putra Jaya, sering mengalami inefisiensi operasional akibat manajemen inventaris yang berbasis intuisi. Praktik ini menyebabkan kerugian finansial yang signifikan akibat kelebihan stok (overstock), stok mati (deadstock), dan hilangnya peluang penjualan. Penelitian ini mengatasi masalah tersebut dengan mengembangkan kerangka kerja manajemen inventaris yang sistematis dan berbasis data. Menggunakan metodologi studi kasus kuantitatif dengan data historis perusahaan selama 32 bulan, penelitian ini mengklasifikasikan pola permintaan menggunakan Matriks Kategorisasi Syntetos-Boylan dan mengevaluasi berbagai model peramalan deret waktu (time-series forecasting) serta Metode Croston dan Metode SBA (Syntetos-Boylan Approximation) untuk memprediksi permintaan produk. Model dengan error terkecil kemudian digunakan untuk menghitung parameter pengendalian inventaris yang optimal, termasuk Economic Order Quantity (EOQ), Reorder Point (ROP), dan Safety Stock.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa sistem yang diusulkan menawarkan peningkatan finansial yang signifikan dibandingkan pendekatan berbasis intuisi saat ini. Implementasi parameter yang dioptimalkan diperkirakan dapat melepaskan modal kerja yang tertahan (frozen working capital) sebesar Rp 604,328,150. Angka ini merepresentasikan jumlah kas yang dapat dilepaskan dari penghapusan inventaris berlebih ke tingkat yang optimal. Selain itu, sistem ini diproyeksikan dapat menghemat Rp 113,555,196 setiap tahun dalam biaya inventaris, yang merupakan pengurangan biaya operasional rutin yang mencerminkan peningkatan efisiensi sebesar 85.7 persen..
Perpustakaan Digital ITB