digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800







DAFTAR PUSTAKA ANDIS DESTRIAN IRIANTO
EMBARGO  2029-03-11 

LAMPIRAN ANDIS DESTRIAN IRIANTO
EMBARGO  2029-03-11 

Transformasi struktural merupakan proses penting dalam pembangunan ekonomi yang ditandai oleh pergeseran peran sektor-sektor utama dalam perekonomian. Penelitian ini bertujuan untuk menganalisis dinamika peran sektor pertanian, industri pengolahan, dan jasa dalam perekonomian Indonesia, serta mengkaji pola keterkaitan antar sektor tersebut dalam kerangka transformasi struktural. Pendekatan yang digunakan adalah analisis Input–Output dengan memanfaatkan Tabel Input–Output Indonesia tahun 2010, 2016, dan 2020. Analisis difokuskan pada pengukuran keterkaitan ke belakang, keterkaitan ke depan, serta pengganda output guna mengidentifikasi sektor-sektor kunci dan perubahan struktur ekonomi dari waktu ke waktu. Hasil penelitian menunjukkan bahwa perekonomian Indonesia secara kuantitatif telah mengalami pergeseran struktur dari dominasi sektor primer menuju sektor sekunder dan tersier. Sektor industri pengolahan memiliki peran yang relatif kuat dalam menciptakan permintaan input dari sektor lain, tercermin dari nilai keterkaitan ke belakang dan pengganda output yang tinggi. Sementara itu, sektor jasa berperan penting dalam keterkaitan ke depan sebagai penyedia jasa pendukung bagi aktivitas produksi sektor pertanian dan industri. Di sisi lain, sektor pertanian tetap berfungsi sebagai pemasok bahan baku utama, namun dengan keterbatasan dalam menciptakan nilai tambah lanjutan. Temuan penelitian ini mengindikasikan bahwa transformasi struktural di Indonesia masih bersifat parsial. Meskipun terjadi pergeseran kontribusi sektoral, keterkaitan antar sektor belum sepenuhnya terintegrasi secara optimal untuk mendorong peningkatan produktivitas agregat. Oleh karena itu, penguatan sinergi antara sektor pertanian, industri pengolahan, dan jasa menjadi kunci dalam mewujudkan transformasi struktural yang lebih berkualitas, inklusif, dan berkelanjutan. Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi dasar empiris bagi perumusan kebijakan pembangunan ekonomi yang lebih terintegrasi dan berbasis keterkaitan sektoral.