Ambideksteritas inovasi merupakan kemampuan perusahaan untuk melakukan
inovasi eksploratif melalui pengembangan produk atau layanan baru serta inovasi eksploitatif
melalui penyempurnaan produk atau layanan yang telah ada guna membangun keunggulan
kompetitif yang berkelanjutan. Dalam lingkungan industri yang sangat heterogen, keterbatasan
sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan dapat menimbulkan
ketegangan antara aktivitas inovasi eksploratif dan eksploitatif. Kondisi tersebut sering
menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjalankan kedua jenis inovasi tersebut secara
bersamaan dalam aktivitas operasionalnya. Kapabilitas analitika bisnis telah terbukti
membantu berbagai perusahaan dalam mendukung pengambilan keputusan pada tingkat
operasional, taktis, dan strategis serta berperan penting di berbagai industri dalam
meningkatkan kinerja organisasi, termasuk melalui peningkatan ambideksteritas inovasi. Di
sisi lain, orientasi pasar, orientasi teknologi, dan kapasitas serap berpotensi menjadi variabel
mediasi yang memperkuat pengaruh kapabilitas analitika bisnis terhadap kemampuan
perusahaan dalam mengelola aktivitas inovasi eksploratif dan eksploitatif.
Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kapabilitas analitika bisnis
guna mendukung ambideksteritas inovasi perusahaan dengan mempertimbangkan orientasi
pasar, orientasi teknologi, dan kapasitas serap sebagai variabel mediasi, serta heterogenitas
lingkungan sebagai variabel moderator.
Metode: Data diperoleh dari 238 perusahaan di Indonesia, yang terdiri atas 65 perusahaan
menengah (22%) dan 173 perusahaan besar (78%), melalui kuesioner berbasis web. Perusahaan
tersebut berasal dari berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, energi, logistik, ritel, dan
ii
jasa keuangan. Model penelitian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural
Equation Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan disjoint two-stage untuk mengevaluasi
model komponen hierarki konstruk tingkat ketiga.
Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi model pengukuran dan model struktural terhadap 12
hipotesis penelitian, sebanyak 11 hipotesis diterima dan 1 hipotesis ditolak secara statistik.
Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas analitika bisnis mampu meningkatkan
ambideksteritas inovasi melalui mekanisme mediasi orientasi teknologi, orientasi pasar, dan
kapasitas serap. Sebaliknya, heterogenitas lingkungan tidak terbukti secara statistik
memoderasi pengaruh kapasitas serap terhadap inovasi eksploratif maupun inovasi eksploitatif.
Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa kapabilitas analitika bisnis merupakan konstruk
hierarkis tingkat tinggi yang terdiri atas empat subdimensi, yaitu teknologi, talenta, mekanisme
tata kelola informasi, dan modal sosial, yang secara terpadu berperan dalam mendukung
ambideksteritas inovasi perusahaan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan
praktis bagi perusahaan menengah dan besar di Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas
analitika bisnis guna meningkatkan ambideksteritas inovasi.
Perpustakaan Digital ITB