digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Ambideksteritas inovasi merupakan kemampuan perusahaan untuk melakukan inovasi eksploratif melalui pengembangan produk atau layanan baru serta inovasi eksploitatif melalui penyempurnaan produk atau layanan yang telah ada guna membangun keunggulan kompetitif yang berkelanjutan. Dalam lingkungan industri yang sangat heterogen, keterbatasan sumber daya, keterampilan, dan kapabilitas yang dimiliki perusahaan dapat menimbulkan ketegangan antara aktivitas inovasi eksploratif dan eksploitatif. Kondisi tersebut sering menjadi tantangan bagi perusahaan dalam menjalankan kedua jenis inovasi tersebut secara bersamaan dalam aktivitas operasionalnya. Kapabilitas analitika bisnis telah terbukti membantu berbagai perusahaan dalam mendukung pengambilan keputusan pada tingkat operasional, taktis, dan strategis serta berperan penting di berbagai industri dalam meningkatkan kinerja organisasi, termasuk melalui peningkatan ambideksteritas inovasi. Di sisi lain, orientasi pasar, orientasi teknologi, dan kapasitas serap berpotensi menjadi variabel mediasi yang memperkuat pengaruh kapabilitas analitika bisnis terhadap kemampuan perusahaan dalam mengelola aktivitas inovasi eksploratif dan eksploitatif. Tujuan: Penelitian ini bertujuan untuk mengembangkan model kapabilitas analitika bisnis guna mendukung ambideksteritas inovasi perusahaan dengan mempertimbangkan orientasi pasar, orientasi teknologi, dan kapasitas serap sebagai variabel mediasi, serta heterogenitas lingkungan sebagai variabel moderator. Metode: Data diperoleh dari 238 perusahaan di Indonesia, yang terdiri atas 65 perusahaan menengah (22%) dan 173 perusahaan besar (78%), melalui kuesioner berbasis web. Perusahaan tersebut berasal dari berbagai sektor industri, termasuk manufaktur, energi, logistik, ritel, dan ii jasa keuangan. Model penelitian dianalisis menggunakan Partial Least Squares Structural Equation Modeling (PLS-SEM) dengan pendekatan disjoint two-stage untuk mengevaluasi model komponen hierarki konstruk tingkat ketiga. Hasil: Berdasarkan hasil evaluasi model pengukuran dan model struktural terhadap 12 hipotesis penelitian, sebanyak 11 hipotesis diterima dan 1 hipotesis ditolak secara statistik. Hasil penelitian menunjukkan bahwa kapabilitas analitika bisnis mampu meningkatkan ambideksteritas inovasi melalui mekanisme mediasi orientasi teknologi, orientasi pasar, dan kapasitas serap. Sebaliknya, heterogenitas lingkungan tidak terbukti secara statistik memoderasi pengaruh kapasitas serap terhadap inovasi eksploratif maupun inovasi eksploitatif. Penelitian ini juga mengonfirmasi bahwa kapabilitas analitika bisnis merupakan konstruk hierarkis tingkat tinggi yang terdiri atas empat subdimensi, yaitu teknologi, talenta, mekanisme tata kelola informasi, dan modal sosial, yang secara terpadu berperan dalam mendukung ambideksteritas inovasi perusahaan. Temuan penelitian ini memberikan implikasi teoretis dan praktis bagi perusahaan menengah dan besar di Indonesia dalam mengembangkan kapabilitas analitika bisnis guna meningkatkan ambideksteritas inovasi.