digilib@itb.ac.id +62 812 2508 8800

Perkembangan virtual pet cenderung mengarah pada peningkatan kualitas virtual, jumlah fitur, dan kompleksitas interaksi. Sedangkan, Tamagotchi generasi pertama membentuk pengalaman pemeliharaan virtual melalui layar monokrom, grafis piksel, tiga tombol, serta tindakan perawatan yang sederhana dan berulang. Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana keterbatasan visual dan kesederhanaan interaksi Tamagotchi generasi pertama membentuk pengalaman pemeliharaan virtual dan relasi pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui studi literatur, kuesioner kepada 30 responden, wawancara semi-terstruktur terhadap 6 narasumber, observasi, research diary, serta dokumentasi visual selama 5 percobaan pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pengguna dibentuk oleh hubungan antara aturan permainan, tindakan perawatan, umpan balik, konsekuensi, dan perubahan kondisi karakter berdasarkan waktu. Pengulangan interaksi membentuk rutinitas, perhatian, tanggung jawab, kesenangan, dan frustrasi dengan intensitas yang berbeda pada setiap pengguna. Visual piksel, ikon, dan animasi yang terbatas membantu pengguna mengenali kondisi karakter sekaligus membuka ruang interpretasi. Relasi pengguna juga bervariasi, mulai dari keterikatan terhadap karakter hingga pemaknaan Tamagotchi sebagai permainan, mainan, atau koleksi. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman virtual pet bergantung pada keterhubungan antara desain visual, struktur interaksi, respons sistem, rutinitas pemeliharaan, dan konteks pengguna.