Perkembangan virtual pet cenderung mengarah pada peningkatan kualitas virtual,
jumlah fitur, dan kompleksitas interaksi. Sedangkan, Tamagotchi generasi pertama
membentuk pengalaman pemeliharaan virtual melalui layar monokrom, grafis
piksel, tiga tombol, serta tindakan perawatan yang sederhana dan berulang.
Penelitian bertujuan menganalisis bagaimana keterbatasan visual dan
kesederhanaan interaksi Tamagotchi generasi pertama membentuk pengalaman
pemeliharaan virtual dan relasi pengguna. Penelitian menggunakan pendekatan
kualitatif deskriptif dengan data yang diperoleh melalui studi literatur, kuesioner
kepada 30 responden, wawancara semi-terstruktur terhadap 6 narasumber,
observasi, research diary, serta dokumentasi visual selama 5 percobaan
pemeliharaan. Hasil penelitian menunjukkan bahwa pengalaman pengguna
dibentuk oleh hubungan antara aturan permainan, tindakan perawatan, umpan balik,
konsekuensi, dan perubahan kondisi karakter berdasarkan waktu. Pengulangan
interaksi membentuk rutinitas, perhatian, tanggung jawab, kesenangan, dan
frustrasi dengan intensitas yang berbeda pada setiap pengguna. Visual piksel, ikon,
dan animasi yang terbatas membantu pengguna mengenali kondisi karakter
sekaligus membuka ruang interpretasi. Relasi pengguna juga bervariasi, mulai dari
keterikatan terhadap karakter hingga pemaknaan Tamagotchi sebagai permainan,
mainan, atau koleksi. Penelitian menyimpulkan bahwa pengalaman virtual pet
bergantung pada keterhubungan antara desain visual, struktur interaksi, respons
sistem, rutinitas pemeliharaan, dan konteks pengguna.
Perpustakaan Digital ITB